Ambil Peran Terbaik Wujudkan Ketahanan Pangan Yatim Dhuafa di Indonesia
Krisis pangan bukan hanya persoalan dunia, Indonesia juga masih berjuang menghadapinya. Data dari Global Hunger Index (GHI) 2023 menempatkan Indonesia pada tingkat kelaparan sedang, dengan skor 19,1.
Sementara itu, berdasarkan data BPS tahun 2023, sekitar 9,36% penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Di antara mereka, anak-anak yatim dan dhuafa adalah kelompok paling rentan, yang setiap harinya berjuang hanya untuk sekadar makan.
Anak-anak yatim dan keluarga dhuafa tidak hanya kekurangan gizi, tapi juga kehilangan akses terhadap makanan sehat dan berkelanjutan. Mereka terbiasa hidup dari bantuan, bukan dari sistem yang mandiri. Ketergantungan ini melemahkan potensi mereka untuk tumbuh, berkembang, dan berdaya.
Padahal, Indonesia adalah negara agraris. Namun, ironi terjadi: tanah subur melimpah, tapi akses untuk mengelolanya terbatas, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan. Sementara itu, potensi besar di sektor pertanian seringkali tak dimanfaatkan untuk menyokong ketahanan pangan sosial.
Melalui Program Wakaf Pertanian, kita hadirkan solusi jangka panjang. Bukan sekadar bantuan konsumtif, tapi wakaf produktif yang berkelanjutan berupa pembebasan lahan pertanian, sarana bercocok tanam, serta pendampingan bagi anak yatim dan dhuafa untuk belajar bertani dan membangun kemandirian pangan mereka sendiri.
Wakaf ini akan digunakan untuk:
Dengan wakaf pertanian, kita tidak hanya mengurangi kelaparan, tapi juga membangun sistem ekonomi kecil yang kuat, mandiri, dan berbasis wakaf produktif. Setiap benih yang tumbuh, setiap hasil panen, adalah sedekah jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Mari ambil bagian dalam ikhtiar besar ini dan ciptakan kesejahteraan pangan untuk anak yatim dan dhuafa. Klik Wakaf Sekarang!