<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uncategorized Archives &#8226; Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</title>
	<atom:link href="https://indonesiaberbagi.id/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiaberbagi.id/category/uncategorized/</link>
	<description>Erla Global Charity – Lembaga kemanusiaan untuk zakat, infaq, sedekah, wakaf &#38; qurban online, berbagi untuk sesama.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 04:46:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
	<url>https://indonesiaberbagi.id/wp-content/uploads/2023/04/Logo-IB-Png-150x150.png</url>
	<title>Uncategorized Archives &#8226; Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</title>
	<link>https://indonesiaberbagi.id/category/uncategorized/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hukum dan Ancaman Meninggalkan Puasa Ramadan dengan Sengaja</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/hukum-meninggalkan-puasa-ramadan-dengan-sengaja/</link>
					<comments>https://indonesiaberbagi.id/hukum-meninggalkan-puasa-ramadan-dengan-sengaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 21:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=12372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum membatalkan atau meninggalkan puasa di bulan Ramadan dengan sengaja adalah dosa karena telah melanggar perintah Allah SWT. Tidak hanya itu, seorang Muslim yang melanggarnya juga akan mendapatkan beberapa konsekuensi yang merugikan dirinya. Seorang muslim yang membatalkan atau meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa adanya udzur dia akan kehilangan kesempatan untuk meraih keutamaan puasa di bulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/hukum-meninggalkan-puasa-ramadan-dengan-sengaja/">Hukum dan Ancaman Meninggalkan Puasa Ramadan dengan Sengaja</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-12ae719ecba5cd5ad7229f76080f64f1 wp-block-paragraph">Hukum membatalkan atau meninggalkan puasa di bulan Ramadan dengan sengaja adalah dosa karena telah melanggar perintah Allah SWT. Tidak hanya itu, seorang Muslim yang melanggarnya juga akan mendapatkan beberapa konsekuensi yang merugikan dirinya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9c467e283260f8be7b6a1873818a9a1a wp-block-paragraph">Seorang muslim yang membatalkan atau meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa adanya udzur dia akan kehilangan kesempatan untuk meraih keutamaan puasa di bulan Ramadan. Tidak hanya itu, sebagian ulama menyebutkan orang yang melakukan hal demikian harus membayar kafarat karena telah meninggalkan puasa dengan sengaja.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c469dd24cf27fddcf2d3dc44dd855b86 wp-block-paragraph">Cari tahu yuk penjelasan tentang hukum meninggalkan puasa dengan sengaja pada bulan Ramadan serta konsekuensi yang harus ditanggung oleh siapa saja yang melakukannya di bawah ini. Baca sampai selesai yuk!</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b3704bb52d5dbb7e1303a7ae384d7ca9"><strong>Hukum Meninggalkan Puasa Ramadan dengan Sengaja</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-305bc974af7c31019e18b56e46ca37a5 wp-block-paragraph">Hukum membatalkan atau meninggalkan puasa dengan sengaja adalah dosa, karena telah melanggar perintah Allah SWT. Jika pun seorang muslim terpaksa tidak berpuasa di bulan Ramadan, harus ada udzur syar&#8217;i atau alasan yang logis dan dapat dibenarkan secara hukum. Misalnya, sakit yang menjadikan dirinya tidak mampu berpuasa, atau ibu hamil yang khawatir akan kondisi bayi dalam kandungannya ketika ia berpuasa.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2eab12d7dfbe86f8b6b3abfecf90215b wp-block-paragraph">Bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan karena udzur syar&#8217;i, maka baginya wajib mengqadha puasanya setelah Ramadan sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-277d88cc14d87e79c6d24c978a7dc406 wp-block-paragraph">Adapun, bagi seorang muslim yang tidak memiliki udzur yang jelas lalu dengan sengaja meninggalkan puasa atau membatalkannya pada siang hari di bulan Ramadan, maka secara hukum ia berdosa dan wajib mengganti puasanya di kemudian hari.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b45f92b81b7c97dd8eeb84b7986f1edb wp-block-paragraph">Di samping itu, ia juga mengalami kerugian karena menyia-nyiakan kesempatan terbaik pada bulan Ramadan untuk melaksanakan salah satu rukun Islam yakni menjalankan puasa.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-10c0ae60abd8ad412ebaef71c209bf38 wp-block-paragraph">Tak hanya itu, kerugian bagi yang sengaja tidak berpuasa tanpa udzur di bulan Ramadan adalah puasa qadha yang dibayarkannya di kemudian hari, keutamaannya tidak setara dengan puasa pada bulan Ramadan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-17b8804712b1dff1f5cd7f072d3b7f1d wp-block-paragraph"><em>Rasulullah SAW bersabda:&nbsp; Barangsiapa tidak puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa adanya keringanan yang Allah &#8216;azza wa jalla berikan kepadanya, maka tidak akan bisa menjadi ganti darinya, sekalipun ia berpuasa selama satu tahun (HR Abu Hurairah).</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8c24f45ab76dd3b64e985d6b26625ec7 wp-block-paragraph">Mengutip dari NU Online, Syekh Abdurrauf Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan maksud puasa qadha tidak bisa menjadi pengganti dari puasa satu hari di bulan Ramadhan yang ditinggalkan, yaitu bahwa satu hari puasa di bulan Ramadhan tidak sama keutamaannya dibanding dengan puasa di selain Ramadhan sekalipun puasa terus menerus.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-31ed725327493319a88a607b856b3c11 wp-block-paragraph">Hal itu dikarenakan dosa tidak puasa satu hari di bulan Ramadhan tidak akan bisa hilang, sementara puasa qadha yang dikerjakannya pada bulan-bulan setelah Ramadan tidak bisa menyamai keutamaan puasa di bulan Ramadan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c3c7fc1807ed5132543e7d139b85cb73 wp-block-paragraph">Oleh karena itu, sangat merugi bagi siapa saja yang meninggalkan puasa Ramadan dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan dalam syariat. Sebab, qadha yang dibayarkannya pun tidak setara dengan keutamaan dan keberkahan pada puasa pada hari-hari di bulan Ramadan.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5eeb58e33b3ebc6bc5a34692b0fbbb60"><strong>Ancaman Bagi Orang yang Sengaja Meninggalkan Puasa Ramadan</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-acb2f06ff90d25842d96be5f97bdd32e wp-block-paragraph">Sahabat, terdapat ancaman bagi siapa saja yang dengan sengaja meninggalkan puasa di bulan suci Ramadan. Ancaman tersebut adalah siksaan yang sangat pedih di akhirat, yang mana mereka akan digantung tubuhnya dan dari mulutnya akan keluar darah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW berikut ini.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3b6e420e9e89c11f7ef775c4bac9853c wp-block-paragraph"><em>Dari Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu anhu, dia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika tengah tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal seraya berkata: ‘Naiklah.’ Lalu kukatakan: ‘Sesungguhnya aku tidak sanggup melakukannya.’ Selanjutnya, keduanya berkata: ‘Kami akan memudahkan untukmu.’</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cd185a3e136e96cdd343dd7431309c06 wp-block-paragraph"><em>Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung tiba-tiba ada suara yang keras sekali, maka kutanyakan: ‘Suara apa itu?’ Mereka menjawab: ‘Itu adalah jeritan para penghuni Neraka.’ Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan darah.’ Aku berkata, ‘Siapakah mereka itu?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang yang berbuka sebelum waktu berbuka,&#8221; (HR. An-Nasai, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5f21172c6cb2e8a660e25f11652423a2 wp-block-paragraph">Demikianlah gambaran siksaan bagi mereka yang dengan sengaja meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadan, bahkan secara terang-terangan melakukannya. Mereka akan bergelantungan pada kaki mereka dengan posisi kaki di atas dan kepala berada di bawah kemudian dari mulutnya mengalir darah karena mulutnya akan dirobek.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-98779faf41262305bd4fc8f6a91cacab wp-block-paragraph">Tentunya ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa menjalankan kewajiban puasa pada bulan Ramadan kecuali ada udzur yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan fisik kita untuk berpuasa.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c3798fcd10b916ba121f5af540f3dc2f wp-block-paragraph">Kita juga perlu senantiasa mengajak keluarga, kerabat, dan seluruh orang terdekat kita untuk melakukannya, karena ini merupakan perintah Allah SWT dan kewajiban bagi seorang muslim serta terdapat ancaman azab bagi siapa saja yang dengan sengaja meninggalkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-80d3cba78e09f1428e653766caea16db"><strong>Kafarat Bagi Orang yang Sengaja Tidak Puasa Ramadan</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-46b75fe8ea172e2d298851ddc3015cec wp-block-paragraph">Tidak hanya berdosa, seseorang yang dengan sengaja membatalkan atau tidak puasa sama sekali pada bulan Ramadan tanpa udzur syar’I diwajibkan membayar puasa yang ditinggalkannya setelah Ramadan. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa denda atau kafarat bagi orang yang meninggalkan puasa dengan sengaja.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-736bafd60bcbeca0b6c54dc3d61c7bcf wp-block-paragraph">Pertama, menurut ulama Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali, orang yang sengaja meninggalkan puasa Ramadan wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya di luar Ramadan disertai dengan taubat nasuha dan penyesalan untuk tidak mengulangi kembali dosanya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b1bd97d2fb21555d196911a2b44093a5 wp-block-paragraph">Kedua, menurut ulama Madzhab Maliki dan Hanafi menyatakan bahwa orang yang membatalkan puasa dengan sengaja, selain wajib membayar qadha juga harus membayar kafarat. Kafarat yang dimaksud sama seperti kafarat suami istri yang berhubungan badan di siang hari Ramadan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-69f05176c23fb78fa2c550a1a122be69 wp-block-paragraph">Mereka wajib memerdekakan hamba sahaya, kemudian jika tidak mampu wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika masih tidak mampu juga, ia wajib memberi makan 60 orang miskin satu mud per orangnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b7cecb6a193984940d66a9ddc1b6d50c wp-block-paragraph">Sahabat, demikianlah ulasan mengenai hukum bagi siapa saja yang dengan sengaja membatalkan atau meninggalkan puasa Ramadan. Semoga menjadi hikmah bagi kita semua dan tentunya kita semua diberi kesehatan agar mampu berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1259e7e95e6be5138f45a77e9399e8b5 wp-block-paragraph">Puasa bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang baligh, berakal, dan tidak berada dalam keadaan udzur. Nah, untuk meningkatkan motivasi kita dalam menjalankan ibadah wajib ini, cari tahu yuk beberapa keutamaannya dalam artikel berikut ini: <a href="https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/"><strong>Keutamaan Puasa di Bulan Ramadan</strong></a></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-37507dfb166139881caba621527eb3c0 wp-block-paragraph"><strong>Referensi:</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9b3b749a1c03c2c6f6778b3f6ea6733e wp-block-paragraph">NU Online Lampung. Khutbah Jumat<em>: Ini Ancaman bagi Orang yang Membatalkan Puasa Ramadhan</em>. Diakses pada 14 Februari 2026 dari https://lampung.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-ini-ancaman-bagi-orang-yang-membatalkan-puasa-ramadhan-0ivGw</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5aee8363cea8064025727c9ac9e6c0bc wp-block-paragraph">Almanhaj. <em>Hukum Orang Yang Membatalkan Puasa Dengan Sengaja</em>. Diakses pada 14 Februari 2026 dari https://almanhaj.or.id/15230-hukum-orang-yang-membatalkan-puasa-dengan-sengaja.html</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bceb6a3d66e3806b616e9b5846256c14 wp-block-paragraph">Tirto. <em>Hukum Membatalkan Puasa Ramadhan dengan Sengaja</em>. Diakses pada 14 Februari 2026 dari https://tirto.id/hukum-membatalkan-puasa-ramadhan-dengan-sengaja-gqlK</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/hukum-meninggalkan-puasa-ramadan-dengan-sengaja/">Hukum dan Ancaman Meninggalkan Puasa Ramadan dengan Sengaja</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaberbagi.id/hukum-meninggalkan-puasa-ramadan-dengan-sengaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Keutamaan Puasa Ramadhan Ini Harus Diketahui, Apa Saja?</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/</link>
					<comments>https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 21:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=12369</guid>

					<description><![CDATA[<p>Puasa Ramadan adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Islam selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Keutamaan menjalankan puasa wajib ini diantaranya adalah menjadi perisai seorang hamba dari api neraka, mustajabnya doa-doa serta masuk ke dalam surga melalui pintu yang khusus untuk orang yang rutin berpuasa. Mengetahui keutamaan berpuasa di bulan suci Ramadan merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/">4 Keutamaan Puasa Ramadhan Ini Harus Diketahui, Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-65b1aead0ba61acfdf29c5150d8ea5a5 wp-block-paragraph">Puasa Ramadan adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Islam selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Keutamaan menjalankan puasa wajib ini diantaranya adalah menjadi perisai seorang hamba dari api neraka, mustajabnya doa-doa serta masuk ke dalam surga melalui pintu yang khusus untuk orang yang rutin berpuasa.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-afe8b4125790706beb281da2fc2b1bd0 wp-block-paragraph">Mengetahui keutamaan berpuasa di bulan suci Ramadan merupakan salah satu keharusan bagi seorang Muslim, hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e075bac5cfac0d6f9746ba2fa04090c9 wp-block-paragraph">Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam kutipan ceramahnya, menurut beliau pengetahuan akan keutamaan ibadah dapat menjadi pendorong bagi kita dalam mengerjakan amalan-amalan tersebut, baik shalat malam, puasa, sedekah dan amalan-amalan lainnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0778b676a8345c2dc7a25af63e8c7b6e wp-block-paragraph">&#8220;Saya sudah sering bahasakan, setiap kali antum mau melakukan sebuah perkara ibadah, cari tahu keutamaannya. Karena keutamaannya ini nanti akan mampu mendorong kita untuk mau selalu semangat mengerjakannya. Mau rajin sedekah baca keutamaan sedekah, mau rajin shalat malam baca keutamaan shalat malam, mau rajin berbakti sama orang tua baca keutamaannya. Bahkan keutamaan ini dianjurkan oleh para ulama diulang-ulangi,” ucap Ustadz Khalid Basalamah dalam kutipan ceramahnya di Channel Youtube SAP Channel.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bab66ee559098a30c95a931b27a194ef wp-block-paragraph">Berdasarkan itu, mari kita cari tahu beberapa keutamaan puasa bulan Ramadan dalam artikel ini selengkapnya, baca sampai selesai yuk!</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3c7e2720b9fd9d106d4014994ae0960c">Keutamaan Puasa di Bulan Ramadan</h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ac5ed9c2f667ee1425df784867eea46a wp-block-paragraph">Berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Nabi SAW, berikut adalah tiga keutamaan puasa Ramadan yang dapat sahabat ketahui.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-edd92e30378c5ac06ba34a6051f656fe wp-block-paragraph"><strong>1. Puasa Adalah Perisai dari Api Neraka</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-02fcd5236254c2cfe64650b60826509e wp-block-paragraph">Berpuasa disebut sebagai perisai dari api neraka, artinya orang yang menjalankan ibadah puasa dengan sempurna dan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala, ia akan dilindungi dari api neraka.&nbsp; Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW sebagai berikut:</p>



<p class="has-text-align-center has-black-color has-text-color has-link-color has-medium-font-size wp-elements-3f1bf363f38b1f72e2980d7c1537af4b wp-block-paragraph"><strong>الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4b4818a1b65bda2728d099ee6ddfe38d wp-block-paragraph"><em>“Puasa itu adalah perisai dari neraka, sebagaimana perisai salah seorang di antara kalian untuk perang.”</em> (HR Ahmad, Al-Nasai, dan Ibnu Majah).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-be8e22a118adb153123a001eec18b9d3 wp-block-paragraph">Berkaitan dengan hadits di atas, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan betapa besarnya kebergunaan perisai pada zaman dahulu. Sebagai salah satu alat yang digunakan dalam peperangan, menurutnya perisai dapat menangkis lemparan panah, tombak dan sabetan pedang.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c8708d0e48f997f334a4d321ac4a10a4 wp-block-paragraph"><em>“Perisai itu sangat berguna sekali di zaman dulu, lemparan panah, lemparan tombak, sabetan pedang, semua bisa ditangkis dengan perisai, maka berarti ita bisa menangkis serangan neraka ini atau masuknya seseorang ke dalam neraka dengan puasa,” </em>ucap Ustadz Khalid dalam kutipan ceramahnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-72c004b6dc8da49ca48b55950113eb20 wp-block-paragraph"><strong>2. Dijauhkan dari Api Neraka Sejauh Perjalanan 70 Tahun</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-69b36e982cd09be5853d022235b93024 wp-block-paragraph">Berikutnya, keutamaan puasa adalah dijauhkan dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW berikut ini.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8fc2a56fa99f59aec0e86cdbe335bcf5 wp-block-paragraph"><em>Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.” (</em>HR. Bukhari, no. 2840 dan Muslim, no. 1153)</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-45d9ed6469c55beffb2d565520e8de88 wp-block-paragraph"><strong>3. Do’a Orang Puasa Mustajab</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2a8915d01c68d76de8bd79da96e82221 wp-block-paragraph">Salah satu kebahagiaan orang yang berpuasa adalah momen buka puasa yang juga memiliki keutamaan. Dalam hal ini, seorang Muslim yang berbuka puasa hendaknya memperbanyak do’a kepada Allah Ta’ala karena do’a orang yang berbuka puasa adalah doa yang mustajab atau tidak tertolak.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f779753a18fb9dbe558328a3e7a72965 wp-block-paragraph"><em>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.”</em> (HR. Ibnu Majah no. 1753)</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-90c287b7d846d3babb1967a4ab1ea2db wp-block-paragraph"><strong>4. Masuk Surga Melalui Pintu <em>Ar Rayyan</em></strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8ff2193f45214bee0f88b249f08cc174 wp-block-paragraph">Berikutnya, seseorang yang secara istiqomah menjalankan ibadah puasa ia akan mendapat keutamaan untuk masuk surga melalui pintu Ar Rayyan.&nbsp; Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ca3e82b9693e2497475ae8f633ad2124 wp-block-paragraph"><em>“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya.” </em>(HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-36545b96bd0ac25dee627ea42accd792 wp-block-paragraph">Betapa besarnya keutamaan bagi orang yang berpuasa, terutama puasa wajib di bulan Ramadan. Ia akan mendapatkan pintu khusus untuk memasuki surga-Nya Allah SWT yakni melalui pintu Ar Rayyan yang tidak dilalui oleh orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c56a7f1864b2038ce9e8cb59727e9eb4 wp-block-paragraph"><em>Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Fath menyebutkan, “Ar Rayyan dengan memfathahkan huruf ro’ dan mentasydid ya’, mengikuti wazan fi’il (kata kerja) dari kata ‘ar riyy‘ yang maksudnya adalah nama salah satu pintu di surga yang hanya dikhususkan untuk orang yang berpuasa memasukinya. Dari segi lafaz dan makna ada kaitannya. Karena kata ar rayyan adalah turunan dari kata ar riyy yang artinya bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa kelak akan memasuki pintu tersebut dan tidak pernah merasakan haus lagi.” (Fathul Bari, 4: 131).</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e2ed02a13e8166e2c9d811d388a003d4 wp-block-paragraph">Sahabat, demikianlah ulasan mengenai keutamaan berpuasa di bulan Ramadan, semoga kita semua dapat disampaikan kepada bulan yang penuh berkah tersebut serta diberi kekuatan agar mampu menjalankan ibadah puasa pada bulan tersebut.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-69e2a62b92205cd874e957a1b075c4d5 wp-block-paragraph">Pada bulan Ramadan, selain menjalankan ibadah puasa umat Islam juga dapat mengerjakan amalan sunnah lainnya di bulan Ramadan seperti halnya sedekah kepada orang yang membutuhkan. Agar sahabat juga semangat dalam bersedekah di bulan Ramadan, cari tahu juga yuk keutamaannya dalam artikel berikut ini: <strong><a href="https://indonesiaberbagi.id/begini-dahsyatnya-sedekah-saat-bulan-ramadhan/">Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan</a></strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-37507dfb166139881caba621527eb3c0 wp-block-paragraph"><strong>Referensi:</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1f7c6a9b41863c8d0a4ef8917326cd27 wp-block-paragraph">Channel Youtube SAP Channel. Luar Biasa!! Inilah Keutamaan Dan Manfaat Puasa: Ustadz Khalid Basalamah. Diakses pada 10 Februari 2026 dari https://www.youtube.com/watch?v=n342_SoSsqI</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f79eeee4fc596a16a0e9faf91ec8807d wp-block-paragraph">Muslim.or.ird. Kajian Ramadhan 13: Pintu Surga Ar Rayyan bagi Orang yang Berpuasa.  Diakses pada 10 Februari 2026 dari https://muslim.or.id/17579-kajian-ramadhan-13-pintu-surga-ar-rayyan-bagi-orang-yang-berpuasa.html</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/">4 Keutamaan Puasa Ramadhan Ini Harus Diketahui, Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaberbagi.id/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadan Sampai Masuk ke Ramadan Lagi</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/hukum-mengakhirkan-qadha-puasa/</link>
					<comments>https://indonesiaberbagi.id/hukum-mengakhirkan-qadha-puasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 00:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=12296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu mengqadha puasa Ramadan ialah dari tanggal dua Syawal hingga menjelang hingga bulan Syaban. Berdasarkan itu, seseorang memiliki waktu setahun atau kurang lebih sebelas bulan setelah bulan puasa. Menurut penjelasan Ustadz M. Abdul Wahab dalam kutipan ceramahnya di akun Youtube Rumah Fiqih Indonesia, tidak boleh seseorang mengakhirkan qadha puasa atas puasa yang ditinggalkannya di bulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/hukum-mengakhirkan-qadha-puasa/">Hukum Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadan Sampai Masuk ke Ramadan Lagi</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-88dd735f1b4a390c1238fd8b1ecd947d wp-block-paragraph">Waktu mengqadha puasa Ramadan ialah dari tanggal dua Syawal hingga menjelang hingga bulan Syaban. Berdasarkan itu, seseorang memiliki waktu setahun atau kurang lebih sebelas bulan setelah bulan puasa.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a433b6ab4d6690585fe0d838fd84e5c7 wp-block-paragraph">Menurut penjelasan Ustadz M. Abdul Wahab dalam kutipan ceramahnya di akun Youtube Rumah Fiqih Indonesia, tidak boleh seseorang mengakhirkan qadha puasa atas puasa yang ditinggalkannya di bulan Ramadan. Artinya, berdosa seseorang jika dia mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sampai masak kembali ke Ramadhan berikutnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4f77d6861fe54bc7425c370457ea9cab wp-block-paragraph"><em>“Jadi waktu mengqadha itu adalah setahun atau sebelas bulan setelah bulan puasa itu. Setelah itu, kalo masuk bulan puasa berikutnya, maka ini sudah tidak boleh, artinya berdosa kalau dia mengakhirkan qadha puasa Ramadan sampai masuk ke bulan puasa berikutnya,”</em> ucap Ustadz M. Abdul Wahab dalam dalam kutipan ceramahnya di Channel Youtube Rumah Fiqih Indonesia.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-111a6fd6ede6be62cb52200bde6eeb03 wp-block-paragraph">Namun demikian, terdapat dua kondisi yang mengakibatkan seseorang terlewat untuk membayar qadha puasa yang ditinggalkannya, yakni karena ada udzur dan lalai. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi berkaitan dengan hukum bagi orang yang mengakhirkan qadha puasa sampai bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya, baca artikel ini sampai selesai yuk!</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-935c1cd6d200a108354fc89bf7c87aab">Hukum Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadan</h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cf6f5e5ecf543947f50227b4cf5de618 wp-block-paragraph">Mengutip ceramah Ustadz M. Abdul Wahab, para ulama telah bersepakat bahwa tidak boleh hukumnya mengakhirkan qadha puasa sampai masuk ke bulan Ramadan berikutnya. Berkaitan dengan batasan qadha puasa, beliau mengutip hadits dari hadits dari Aisyah RA berikut ini:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e0f7d40cf4f444aaf993ec859ad64c8d wp-block-paragraph">كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»، قَالَ يَحْيَى: الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dfa6597f1cf2b28e4317357a10526abc wp-block-paragraph"><em>&#8220;Saya mempunyai tanggungan utang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban. Menurut Yahya, Aisyah mengqadha di bulan Sya’ban dikarenakan ia sibuk melayani Nabi Muhammad SAW.&#8221; (Muttafaq alaih)</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-63eea7cc8b3a6643628db38b68471895 wp-block-paragraph"><em>“Berdasarkan hadits ini ulama menyimpulkan bahwa Nabi memang melarang mengakhirkan qadha puasa sampai masuk bulan puasa berikutnya. Karena Aisyah sendiri beliau berusaha untuk mengqadha sampai di bulan Syaban baru bisa mengqadha nya. Jadi tidak diakhirkan sampai bulan Ramadhan berikutnya,” </em>sambungnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b7b43c4f90377fd6174ce07035825359 wp-block-paragraph">Namun, terdapat dua kondisi berkaitan dengan ini sehingga seseorang tidak sempat atau memiliki keluangan untuk membayar qadha puasa yang ditinggalkannya di bulan Ramadan yakni karena ada udzur dan lalai atau malas.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-991cc74ec189a9bd40ad815a71068df2 wp-block-paragraph">Bagi seseorang yang memiliki udzur seperti pelaut atau mengalami sakit yang berkesinambungan sampai Ramadan berikutnya, maka terdapat keringanan baginya. Adapun, bagi orang yang memiliki kesempatan untuk mengganti qadha puasanya, namun lalai sehingga tidak membayar qadha sampai bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya, maka dosa baginya atas kelalaiannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f4ef79e7b915150ddefe3432e9f77610 wp-block-paragraph"><em>&#8220;Tapi kalau yang kedua, dia mengakhirkan qadha puasanya itu karena lalai, karena malas-malasan, dia mengakhirkan sampai masuk ke  Ramadan berikutnya dia belum lagi mengqadha puasa Ramadan yang lalu. Nah, ini ulama sepakat ini hukumnya tidak boleh artinya berdosa yah, kalau tanpa udzur karena lalai karena malas-malasan sehingga masuk lagi ke Ramadan berikutnya, maka ini berdosa,&#8221;</em> sambungnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f4d96f80ff509511778489c145ee011e">Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadan?</h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-26f831e5a5c7a6240731b3cf110a5e9c wp-block-paragraph">Orang yang mengakhirkan qadha puasa karena ada udzur misalnya karena sakit yang berkesinambungan atau misalkan menjadi seorang pelaut, maka ia hanya cukup membayar qadha puasanya saja setelah selesai Ramadan berikutnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e1b87f7a8c228cabfb755bd41a7a06ac wp-block-paragraph"><em>“Ada orang yang mengakhirkan qadha Ramadan, mengganti puasanya itu karena ada udzurnya, karena sakit yang berkesinambungan, sakitnya terus menerus sampai setahun lamanya sehingga dia belum sempet untuk mengqadha puasanya, maka ini dia tidak masalah, dia hanya wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan walaupun sudah masuk Ramadan berikutnya,” </em>jelasnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b23c87053059e2799fa7a6e3f3eb652a wp-block-paragraph">Sementara itu, bagi orang yang memiliki kesempatan yang luas untuk mengganti puasanya, namun karena kelalaiannya sehingga tidak bisa mengganti puasa yang ditinggalkannya, maka ia tetap wajib mengqadha puasa dan juga wajib membayar fidyah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-25999955967edba44c24c634fa4410c2 wp-block-paragraph"><em>“Menurut jumhur ulama dalam mazhab maliki, mazhab syafi&#8217;i dan mazhab hanbali, orang yang mengakhirkan qadha puasa sampai masuk ke ramadan berikutnya, selain ia wajib mengqadha puasa di bulan Ramadan yang telah lalu, dia juga wajib untuk membayar fidyah,”</em> jelasnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4e036e00a1ab898fb1cc55daeaf95934 wp-block-paragraph">Kemudian, ulama Mazhab Hanafi memiliki pendapat yang berbeda berkaitan dengan seseorang yang mengakhirkan qadha puasa hingga bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya. Menurutnya, orang yang demikian hanya wajib mengqadha saja tanpa harus membayar fidyah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-07a847275848b017028bfef3503c5977 wp-block-paragraph">Hal itu berdasarkan firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 184 yang mengatakan <em>fa mang kana minkum maridlan au ‘ala safarin fa ‘iddatul min ayyamin ukhar, </em>artinya Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-aa56390f0585d3349a2c142b27ad04a8 wp-block-paragraph">“Nah di ayat tersebut hanya dikatakan <em>‘fa ‘iddatun min ayyamin ukhar’</em>,&nbsp; ganti dihari yang lain, tidak ada kalimat harus bayar fidyah, maka berdasarkan ayat ini maka dalam madzhab Hanafi, Imam Abu Hanifah mengatakan orang yang lewat qadha puasa sampai ketemu Ramadan berikutnya, yang wajib dilaksanakan hanya qadhanya saja, tidak wajib membayar fidyah berdasarkan ayat itu”, ucapnya</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-302827b1e86829b9bffad272122f4a31 wp-block-paragraph">Sahabat, itulah ulasan mengenai hukum orang yang terlewat qadha puasanya sampai bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih baik lagi, adapun bagi sahabat yang masih memiliki utang puasa, sebaiknya segera membayarnya baik secara langsung keseluruhan atau dengan cara menyicilnya satu persatu sebelum Ramadan tiba.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-704cd1192123b0bbba7a52c855d5948a wp-block-paragraph">Cari tahu juga yuk siapa saja yang dapat mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkannya dengan membayar fidyah dalam artikel berikut ini: <a href="https://indonesiaberbagi.id/siapa-saja-yang-dibolehkan-membayar-fidyah-simak-ini-syarat-dan-ketentuannya/"><strong>Orang yang Dapat Mengganti Puasa dengan Fidyah</strong></a></p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/hukum-mengakhirkan-qadha-puasa/">Hukum Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadan Sampai Masuk ke Ramadan Lagi</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaberbagi.id/hukum-mengakhirkan-qadha-puasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang yang Berhak Menerima Fidyah Menurut Al Quran</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/penerima-fidyah/</link>
					<comments>https://indonesiaberbagi.id/penerima-fidyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 02:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=12269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang yang berhak menerima fidyah adalah fakir miskin yang membutuhkan. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran ayat 184 yang membahas tentang hukum fidyah bagi orang yang memiliki udzur untuk berpuasa, apa yang diberikan, serta siapa yang menjadi penerima fidyah. Adapun pada pelaksanaannya fidyah ialah memberikan makanan kepada fakir miskin sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/penerima-fidyah/">Orang yang Berhak Menerima Fidyah Menurut Al Quran</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5ca7db7d019f29001a25098969b4b469 wp-block-paragraph">Orang yang berhak menerima fidyah adalah fakir miskin yang membutuhkan. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran ayat 184 yang membahas tentang hukum fidyah bagi orang yang memiliki udzur untuk berpuasa, apa yang diberikan, serta siapa yang menjadi penerima fidyah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dc106d01b5125006fb4648b1eb107210 wp-block-paragraph">Adapun pada pelaksanaannya fidyah ialah memberikan makanan kepada fakir miskin sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. Namun, demikian pembahasan siapa penerima fidyah ini menjadi salah satu topik yang banyak ditanyakan, disusul lagi dengan pertanyaan apakah fidyah dapat diberikan kepada saudara? Yuk temukan jawaban dan ulasannya secara lengkap dalam artikel di bawah ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3a9c220154802c9bd7b444edbeeb5049"><strong>Orang yang Berhak Menerima Fidyah Menurut Al Quran</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4b773144a1f2b3615ac68d778823d6d3 wp-block-paragraph">Penjelasan mengenai fidyah telah disebutkan dalam firman Allah SWT pada QS. Al Baqarah ayat 184 yang berkaitan dengan beberapa kondisi orang yang dapat meninggalkan puasa saat bulan Ramadan, pembayaran fidyah bagi orang yang memiliki kesulitan atau udzur untuk berpuasa, hingga siapa dan apa yang diberikan saat membayar fidyah. Allah SWT Berfirman:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c726e3a2622d54cb19db9ee29e14f7d4 wp-block-paragraph"><strong>أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f6515625510f88fc3bdfbdd4472ce450 wp-block-paragraph">Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 184)</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c5a30ffbf289e34e5c72205cbd06938d wp-block-paragraph">Sahabat, dalam ayat disebutkan bahwasannya membayar fidyah adalah cara mengganti puasa bagi yang memiliki udzur dengan cara memberi makan kepada fakir miskin. Orang fakir ialah&nbsp; orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan sehingga kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Sebab itu, golongan ini berhak menerima fidyah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e911fe310d933e49a31d8a9f0ba0a6de wp-block-paragraph">Kemudian, orang miskin ialah seseorang yang memiliki sedikit harta dan pekerjaan, namun ia masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam hidupnya. Mereka berhak menerima fidyah untuk membantu dalam meringankannya dalam mencukupi kebutuhannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a5272075ff410b4d41c1449730dd1edb wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana dengan anak yatim dan janda, apakah mereka berhak juga menerima fidyah? Sebagaimana disebutkan di atas bahwa&nbsp; fidyah diberikan kepada fakir miskin yang memiliki kesulitan untuk mencukupi kebutuhan dasarnya sehari-hari.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-12ad1f65261c1ecefbb8b06855272c19 wp-block-paragraph">Seorang anak yatim dan janda bisa disebut dapat menerima fidyah ketika kondisi ekonominya sulit dan termasuk kedalam kategori fakir miskin. Kemudian, jika seorang yatim dan janda berkecukupan dan memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan dasarnya, maka mereka tidak berhak menerima fidyah.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c50de26ccbb630f273040996bd2e8614"><strong>Bolehkah Fidyah Diberikan Kepada Saudara?</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e24a45fbd382f630110706047ed84eb0 wp-block-paragraph">Pada dasarnya, fidyah diberikan kepada fakir miskin yang memiliki kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Namun demikian, fidyah menjadi salah satu model ibadah yang ada kaitannya dengan pemberian materi dari orang yang membayar fidyah kepada penerimanya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b99ae7f8e69caa02b308dcbb4b0b106a wp-block-paragraph">Dalam hal ini, karakter fidyah secara umum memiliki kemiripan dengan sedekah atau jenis pemberian yang lainnya. Adapun jika sahabat mendapati saudara atau keluarga yang kondisi ekonominya kurang baik dan memiliki kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, maka saudara atau kerabat tersebut berhak menerimanya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4595458f5358f7a5393884c587668062 wp-block-paragraph">Mengutip ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Hilmi dalam Channel Youtube Mas Hilmi Ngaji Fiqih yang mengatakan bahwa karakter fidyah atau ibadah semacamnya secara umum masuk ke dalam sabda Nabi SAW yang membahas tentang keutamaan sedekah kepada keluarga, yang mana sedekah seseorang yang masih ada ikatan keluarga memiliki dua pahala yakni pahala menjalankan</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9fb91d5d53b972fabc4d19bfd6933fd5 wp-block-paragraph">“Secara umum dengan hadits yang disampaikan bahwa membayar fidyah termasuk kepada ibadah yang memberikan materi tadi, kalo dibayarkan kepada orang-orang yang masih dalam lingkup saudara kita maka itu jauh lebih bagus karena ada dua nilai kebaikan yang kita peroleh. Peroleh membayarkannya sendiri, baik itu sedekahnya, baik itu fidyahnya itu nilai pahalanya ada. Kemudian yang kedua, nilainya adalah nilai silaturahmi, artinya dengan kita memberi dia, baik itu pemberian yang sifatnya sunnah maupun pemberian yang sifatnya wajib,” ucap Ustadz Hilmi dalam ceramahnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4a7702c5c3588bc422a6f31592a4df5c wp-block-paragraph">Kemudian, menurut penjelasannya disebutkan bahwa keluarga yang berhak menerima fidyah tersebut bukanlah keluarga yang berada dalam tanggungan nafkahnya, seperti orang tua dan anak atau sebaliknya. Maka untuk keluarga yang berada dalam tanggungan nafkah, tidak berhak menerima fidyah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-75ce0295581a8ce9c52a91ea8b046b38 wp-block-paragraph">“Kalo yang membayar itu orang tua, itu tidak boleh dibayarkan kepada anak, atau yang membayar itu anak dibayarkan kepada orang tuanya, itu tidak boleh, kenapa? Karena itu masih ada sisi kewajiban saling menafkahi, tapi kalo sudah tidak ada kewajiban menafkahi maka orang tersebut boleh menerima fidyah tersebut,” jelasnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8200d9b476da7b27a3b52c4786c93be0 wp-block-paragraph">Berkaitan dengan kebolehan fidyah terhadap saudara, pada dasarnya fidyah dapat diberikan kepada siapa saja yang berhak. Namun, ketika sahabat menemui saudara atau bagian dari keluarga yang membutuhkan, maka akan lebih baik jika pemberiannya diberikan kepada saudara kita terlebih dahulu. Karena selain membantunya, sahabat juga dapat mempererat tali silaturahmi dengannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f67091760974876089b5b3154ddc89c0 wp-block-paragraph">Sahabat, demikianlah ulasan mengenai penerima fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadan. Tidak semua orang yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan dapat menggantinya dengan fidyah, cari tahu yuk siapa saja yang dapat mengganti puasa Ramadan dengan membayar fidyah dalam artikel berikut ini: <strong><a href="https://indonesiaberbagi.id/siapa-saja-yang-dibolehkan-membayar-fidyah-simak-ini-syarat-dan-ketentuannya/">Orang yang Dapat Mengganti Puasa dengan Fidyah</a></strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-938f1eb038264fb305cd0f4373c8cb5c wp-block-paragraph"><em>Referensi:</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c0a994206bcdd5ea823f7014ce5e80ed wp-block-paragraph">Channel Youtube Mas Hilmi Ngaji Fiqih. <em>Membayar Fidyah Kepada Saudara Sendiri, Keluarga dan Kerabat Dekat? Fiqih</em>. Diakses 13 Januari 2026 dari https://www.youtube.com/watch?v=mMw-eSgMclE.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0b1c253b509b70d7b03f4ba1413fa06d wp-block-paragraph">Channel Youtube Al Bahjah TV. <em>Kapan dan Kepada Siapakah Fidyah Dibagikan? &#8211; Buya Yahya Menjawab. </em>Diakses 13 Januari 2026 dari https://www.youtube.com/watch?v=l5WrR_r54Zc.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/penerima-fidyah/">Orang yang Berhak Menerima Fidyah Menurut Al Quran</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiaberbagi.id/penerima-fidyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Sedekah Adalah Bentuk Self Love? Simak Penjelasannya di Bawah Ini</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/apakah-sedekah-adalah-bentuk-self-love-simak-penjelasannya-di-bawah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 04:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep Self-Love (mencintai diri sendiri) sering kali diartikan sebatas merawat penampilan fisik, memanjakan diri dengan me time, atau menetapkan batasan. Namun, dalam Islam, self-love yang sejati melampaui kebutuhan duniawi dan merambah ke dimensi spiritual, di mana kebahagiaan sejati diperoleh dari ketaatan kepada Allah ta’ala dan memberi manfaat kepada sesama. Paradigma ini membawa kita pada sebuah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/apakah-sedekah-adalah-bentuk-self-love-simak-penjelasannya-di-bawah-ini/">Apakah Sedekah Adalah Bentuk Self Love? Simak Penjelasannya di Bawah Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-abdef4d181faacb501b59db978e4c715 wp-block-paragraph">Konsep Self-Love (mencintai diri sendiri) sering kali diartikan sebatas merawat penampilan fisik, memanjakan diri dengan me time, atau menetapkan batasan. Namun, dalam Islam, self-love yang sejati melampaui kebutuhan duniawi dan merambah ke dimensi spiritual, di mana kebahagiaan sejati diperoleh dari ketaatan kepada Allah ta’ala dan memberi manfaat kepada sesama.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bec622676a6376393eeef452061b32e3 wp-block-paragraph">Paradigma ini membawa kita pada sebuah kesimpulan mulia bahwa sedekah adalah salah satu bentuk self-love tertinggi dan paling murni dalam Islam. Mengapa? Karena saat kita bersedekah, sejatinya kita sedang memberikan kebaikan yang paling abadi, bukan kepada orang lain, melainkan kepada diri kita sendiri di masa depan (akhirat).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-aa915aa624467343d53e7f0eede16db7 wp-block-paragraph"><strong>Cara Sedekah Menjadi Self Love</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dcf0f14f76bf2e06bf0319c756345875 wp-block-paragraph">Bagaimana tindakan memberi kepada orang lain justru menjadi cara utama kita mencintai diri sendiri? Sedekah memenuhi kebutuhan jiwa dan raga kita dalam berbagai aspek yang didukung oleh dalil agama dan sains psikologi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9b338716dd451a927e6f51f0ef11295e wp-block-paragraph"><strong>1. Sedekah Membersihkan Jiwa dari Penyakit Hati</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ac145541fb9ac9772592afc1abb11e61 wp-block-paragraph">Self-love yang sejati adalah memastikan jiwa kita bersih dan sehat. Penyakit hati seperti kikir (bakhil), cinta dunia yang berlebihan, dan iri hati adalah racun bagi jiwa. Sedekah berfungsi sebagai pembersih (deterjen) spiritual.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-96fe963f6adb4e11201d5632243f48cf wp-block-paragraph">Ketika kita membiasakan diri memberi, kita melatih jiwa untuk tidak terikat pada harta benda, sehingga membebaskan hati dari rasa cemas, tamak, dan kikir. Rasa lapang dan bahagia yang muncul setelah bersedekah adalah hadiah spiritual instan bagi diri sendiri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3f2e5198f18ee956bb33713f889c58ab wp-block-paragraph"><strong>2. Sedekah Sebagai Investasi Terbaik untuk Masa Depan Abadi</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c31ab8b54ad405f420b8392e8309c463 wp-block-paragraph">Bentuk tertinggi mencintai diri sendiri adalah memastikan diri kita selamat dan bahagia di masa yang akan datang. Dalam Islam, masa depan yang paling hakiki adalah kehidupan akhirat. Harta yang kita sedekahkan adalah satu-satunya harta yang benar-benar kita miliki dan yang akan kembali kepada kita dalam bentuk pahala berlipat ganda.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2a4188a316ced3c164dfb22c8d16af87 wp-block-paragraph">Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat, &#8220;Siapakah di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih dicintai daripada hartanya sendiri?&#8221; Para sahabat terkejut. Beliau lalu menjelaskan, &#8220;Harta kalian hanyalah yang kalian makan hingga habis, atau yang kalian pakai hingga usang, atau yang kalian sedekahkan hingga tersisa.&#8221; (HR. Muslim).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1a500cd9ef234edb36b5b39b4a7c6d66 wp-block-paragraph">Sedekah adalah menabung pahala dan merawat diri di kehidupan abadi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c8c68a7c1c13681ba7c8179bd20456bb wp-block-paragraph"><strong>3. Sedekah Membangun Self-Esteem yang Hakiki</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-72e063a26d0888304d698e54de1c52f4 wp-block-paragraph">Self-love yang dicari dalam psikologi modern adalah harga diri dan rasa berharga. Sedekah memberikan rasa berharga yang otentik, karena kita merasa memiliki nilai dan kontribusi yang signifikan bagi lingkungan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-73bde55fb9975d8a85f675965605eea9 wp-block-paragraph">Ketika kita membantu orang lain, kita menyadari bahwa Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala menjadikan kita perantara kebaikan-Nya. Hal ini meningkatkan rasa mulia dan kepuasan batin, jauh lebih dalam daripada kepuasan saat membeli barang baru. Dengan bersedekah, kita memuliakan diri dengan menjadi manusia yang bermanfaat (<em>khairunnas anfa&#8217;uhum linnas</em>).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0cc707ded3836fea1a2bd5aa0ef65d6b wp-block-paragraph"><strong>4. Sedekah Menghapus Dosa dan Memperbaiki Diri</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e5c54adc5cb97e5cc8935acc89779995 wp-block-paragraph">Seorang Muslim yang mencintai dirinya akan mencari cara untuk menghapus kesalahan dan memperbaiki catatan amalnya. Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk self-healing dari dosa-dosa masa lalu.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-58cbd91d51b10bf6fec3fe59c9dc5576 wp-block-paragraph">Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.&#8221; (HR. Tirmidzi).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6332e755cf385b7188a8b45cef44c3ea wp-block-paragraph">Dengan bersedekah, kita sedang memadamkan &#8216;api&#8217; dosa yang membakar diri, memastikan jiwa kita lebih bersih dan ringan. Ini adalah perawatan spiritual paling efektif.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-698c55e633e2e1eeee4819963bf80a37 wp-block-paragraph">Sedekah mengajarkan kita tentang prioritas yakni memprioritaskan keselamatan jiwa di atas kenikmatan materi. Jika self-love adalah upaya terbaik kita untuk diri sendiri, maka tidak ada upaya yang lebih baik daripada berinvestasi untuk kebahagiaan abadi.&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0d8a1a9e01e16bfc3513c116cb2e2583 wp-block-paragraph">Maka, setiap kali sahabat bersedekah, ingatlah bahwa sahabat tidak sedang berkorban untuk orang lain. Melainkan sedang berinvestasi, membersihkan, dan merawat diri sendiri, demi menyongsong hari esok yang jauh lebih baik di sisi-Nya.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/apakah-sedekah-adalah-bentuk-self-love-simak-penjelasannya-di-bawah-ini/">Apakah Sedekah Adalah Bentuk Self Love? Simak Penjelasannya di Bawah Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ghibah Dilarang? Berikut Enam Alasannya Serta Cara Menghindarinya</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/mengapa-ghibah-dilarang-berikut-enam-alasannya-serta-cara-menghindarinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 11:26:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ghibah atau menggunjing merupakan salah satu perbuatan yang dilarang oleh agama Islam karena dapat menimbulkan dampak negatif seperti perpecahan, menciptakan permusuhan, merusak amal ibadah, hingga mengundang murka Allah. Secara definisi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu&#160; yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tetapi tidak disukainya. Sederhanya, ghibah adalah membicarakan kejelekan atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/mengapa-ghibah-dilarang-berikut-enam-alasannya-serta-cara-menghindarinya/">Mengapa Ghibah Dilarang? Berikut Enam Alasannya Serta Cara Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-95a4b1b71a596bac3b280f0ad910d79d wp-block-paragraph">Ghibah atau menggunjing merupakan salah satu perbuatan yang dilarang oleh agama Islam karena dapat menimbulkan dampak negatif seperti perpecahan, menciptakan permusuhan, merusak amal ibadah, hingga mengundang murka Allah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-09566e952608cb672e1bf15c22b22c7e wp-block-paragraph">Secara definisi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu&nbsp; yang terdapat pada saudaranya ketika ia tidak hadir dengan sesuatu yang benar tetapi tidak disukainya. Sederhanya, ghibah adalah membicarakan kejelekan atau keburukan orang lain, meskipun hal itu benar adanya di belakang orang yang dibicarakan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-613e0453eb17f2b1bf065e5165d37c89 wp-block-paragraph">Perbuatan ini dilarang dan bahkan termasuk ke dalam perbuatan yang mendatangkan dosa karena merugikan diri sendiri maupun orang lain. Allah SWT bahkan menyebutkan bahwa ghibah sama saja seperti sedang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Allah SWT berfirman:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cc0d8cc0515065d736f37a722265280e wp-block-paragraph"><em>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al Hujurat ayat:12)</em></p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cf21ae2f4e548b2c717f02eef5087c07"><strong>Mengapa Islam Melarang Perbuatan Ghibah</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d4d878dcbc5890f80713a192a0ce461b wp-block-paragraph">Ghibah dilarang karena termasuk perbuatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan disebutkan dalam satu keterangan bahwa orang yang berghibah sama halnya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri, mengerikan bukan? Berikut adalah sejumlah alasan lainnya mengapa perbuatan tersebut dilarang dalam Islam.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8eb2dbdc7f5d8c1e0875f7b0abb82741 wp-block-paragraph"><strong>1. Menimbulkan Kesan Buruk</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4dce51171cf8e60c421c1bd2c1850853 wp-block-paragraph">Membicarakan keburukan orang lain dapat memberikan citra buruk bagi objek yang dibicarakan, bahkan perbuatan tersebut bisa juga termasuk pembunuhan karakter. Hal itu dikarenakan ghibah seringnya membicarakan aib, kesalahan atau keburukan orang lain, sehingga dengan melakukannya dapat merusak reputasi orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9482e42d683c5931d31a0dbb6d67323f wp-block-paragraph"><strong>2. Menimbulkan Perpecahan dan Permusuhan</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-762ba07d25ee2dc88dd4cb86e16db1bb wp-block-paragraph">Perilaku negatif ini dapat memberikan dampak negatif yaitu timbulnya perpecahan bahkan hingga permusuhan. Hal ini terjadi ketika orang yang dibicarakan kejelekannya mungkin saja mendengar dan merasa tersinggung, marah dan bahkan dendam kepada orang yang membicarakannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-679355d846daed549f59064ba8e7751f wp-block-paragraph">Tentunya tidak selesai sampai disitu, orang yang turut mendengarkan pembicaraan negatif atau buruk terhadap orang lain bisa jadi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga bisa ikut membenci korban (orang yang dighibahkan).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1c6fb76d008f253a0c5665426bf55a33 wp-block-paragraph"><strong>3. Berisiko Menyebarkan Fitnah</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4dab08ff08c8e330a2fd07fb045a3114 wp-block-paragraph">Membicarakan orang lain juga memiliki risiko menimbulkan fitnah dan bahkan menyebarkannya. Seperti yang kita ketahui, bahwa ghibah biasanya berisi informasi yang tidak sepenuhnya akurat dan bahkan cenderung dibumbui dengan opini serta asumsi pribadi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5d4ea567a0b75d74439b7e0bce9c900e wp-block-paragraph">Saat seseorang menceritakan keburukan orang lain, detailnya bisa terdistorsi, baik disengaja maupun tidak. Ketika informasi yang tidak benar ini diteruskan ke orang lain, hal itu berubah menjadi fitnah yang bisa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar lagi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b34a845e75e453944d31c9cb32363f8c wp-block-paragraph"><strong>4. Merusak Amal Ibadah</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ecc1ec740cae231f618856ef075608e7 wp-block-paragraph">Membicarakan keburukan orang lain termasuk ke dalam perbuatan dzhalim karena dapat merugikan dan bahkan merusak reputasi korban. Artinya, perbuatan dzhalim ini memiliki potensi untuk merusak amal ibadah orang yang melakukannya, sehingga dalam keterangan di atas disebutkan bahwa perbuatan ini tak hanya merugikan orang lain,&nbsp; namun juga diri sendiri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5883f2afdfbdb0dcce2d1480bb7a62a6 wp-block-paragraph">Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa pada hari kiamat, akan ada orang-orang yang datang membawa pahala kebaikan setinggi gunung. Namun, semua pahala itu habis dan tak ada artinya untuk mereka karena diberikan kepada orang-orang yang pernah mereka zalimi semasa hidup.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4fdf15b5fa8f011040f78ec021ec50f8 wp-block-paragraph"><strong>5. Mengundang Murka Allah SWT</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8b708d6b73b41bd8f89b59f3158ec2d0 wp-block-paragraph">Sahabat, ingatkah pada sebuah kisah yang ada dalam rangkaian perjalanan isra’ mi’raj Rasulullah SAW. Dalam perjalanan tersebut, dikisahkan bahwa ada seseorang yang Allah siksa karena perbuatan ghibah. Artinya, orang-orang yang suka ghibah ia akan mendapat siksa kubur seperti hadis dari Abu Bakrah berikut:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ee68cb35e19f602ed7210d645b997aa4 wp-block-paragraph"><em>“Nabi Muhammad SAW melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: ‘Keduanya sedang disiksa dan mereka disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika kencing dan yang lain disiksa karena berbuat ghibah.”</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a43a215ca03abdcf85122f4114cf3908 wp-block-paragraph">Dalam hadis lain yang diriwayatkan Anas bin Malik, dijelaskan bahwa membicarakan keburukan seseorang juga dibalas siksa di neraka.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-57156195621302cab2bbc387c82d603d wp-block-paragraph"><em>“Rasulullah SAW bersabda: Ketika aku dinaikkan ke langit (dimi’rajkan), aku melewati suatu kaum yang kuku mereka terbuat dari tembaga, kuku itu mereka gunakan untuk mencakar muka dan dada mereka. Aku lalu bertanya,: Wahai Jibril, siapa mereka itu? Jibril menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan mereka.”</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9a1ff03c0edf4276efe47fd076b915c1 wp-block-paragraph"><strong>6. Mengganggu Kesehatan Mental</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-610321ef5cc611fb7b406e3a110c5fc7 wp-block-paragraph">Bagi kesehatan terutama kesehatan mental, ghibah juga berpotensi mengganggu area tersebut baik bagi si pelaku maupun korban atau orang yang dibicarakan. Dalam hal ini, orang yang dibicarakan akan merasa kecewa, malu, bahkan bisa jadi stres dan depresi karena seolah dihakimi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f6615564be4af52fa778e6a61c6e6d3a wp-block-paragraph">Di sisi lain, pelaku ghibah biasanya memiliki penyakit hati seperti iri, dendam, dengki, dan sebagainya. Berghibah hanya akan membuat penyakit hati ini makin subur dan bisa mengganggu kejiwaan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-17ed2ed8a7f7aa752e2585d781c5cf42 wp-block-paragraph">Pelaku ghibah juga cenderung fokus pada kekurangan orang lain dan selalu berusaha mencari-cari kesalahan. Akibatnya, hal ini dapat memperparah rasa ketidakpuasan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2067877e4b3485afff409f43d94a5a98 wp-block-paragraph"><strong>7. Menghambat Perkembangan Diri</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6fad2228bb90171e1d7e37bad1c41c99 wp-block-paragraph">Berghibah berarti menghabiskan waktu dan energi untuk fokus pada kekurang lain sehingga cenderung menyia-nyiakan waktu. Padahal, waktu dan energi tersebut seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat, misalnya fokus pada pekerjaan, keluarga, atau memperbaiki diri sendiri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4e7cbeb3abe43c1404f593b95e09f626 wp-block-paragraph">Kemudian, kebiasaan ini dapat menghalangi seseorang untuk belajar dari kesalahan, mengembangkan empati, serta tidak mampu bersikap positif karena terbiasa menghakimi dan menilai orang lain. Dengan terjebak pada siklus tersebut, seseorang akan terhambat dalam perkembangan dirinya, baik secara pribadi maupun profesional.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4e18e285415913ddb33f482cea021921"><strong>Agar Terhindar dari Perilaku Ghibah</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e387c32f27bde9e2492cdd405047b072 wp-block-paragraph">Menghindari perbuatan buruk seperti ghibah dan menggunjing merupakan salah satu hal yang positif. Berikut adalah beberapa cara yang dapat sahabat lakukan agar terhindar dari perbuatan ghibah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1543881acaec7c4418cff1ec18f91b23 wp-block-paragraph"><strong>1. Jauhi lingkungan yang buruk</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e1d15863e684c70d04d211593884d68d wp-block-paragraph">Lingkungan yang buruk maksudnya ialah lingkungan atau perkumpulan yang cenderung sering melakukan perbuatan negatif ghibah, baik disadari maupun tidak.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-60aff8e98d98085adf1a87b7a36428a1 wp-block-paragraph"><strong>2. Sibukkan Diri dengan Hal yang Bermanfaat</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1712230979d1d543646817be2450ec80 wp-block-paragraph">Banyak hal yang dapat kita kerjakan dan jauh lebih menguntungkan dibanding membicarakan keburukan orang lain. Sehingga menyibukan diri dengan hal positif jadi cara terbaik untuk menghindari sifat tercela tersebut.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-da24970b6f1cd7b5596e86b29c27196f wp-block-paragraph"><strong>3. Tanamkan </strong><strong><em>Mindset</em></strong><strong> Bahwa Menjaga Aib Orang lain = Menutupi Aib Diri Sendiri</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a5bd77c5b98caae843a00994a3ae49aa wp-block-paragraph">Sahabat, dalam hal ini kita bisa menanamkan dalam diri bahwa sebagai seorang hamba kita ini tidak luput dari kekurangan, kesalahan, keburukan yang menjadi aib bahkan dosa bagi kita. Maka tentunya kita juga berharap agar semua kekurangan tersebut dapat tertutup rapat.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-725fbff5669cd3fadadf6d81a241c190 wp-block-paragraph">Sebab itu, agar terhindar dari perilaku ghibah tanamkan dalam diri bahwa sesungguhnya menjaga aib orang lain adalah perbuatan baik yang juga menjadi cara untuk menutupi aib sendiri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2436117893d1470149283602ccef3094 wp-block-paragraph">Demikianlah uraian mengenai alasan dilarangnya ghibah dan beberapa cara yang dapat sahabat lakukan untuk menghindarinya. Jika terlanjur melakukan hal tersebut, tobat menjadi jalan terbaik untuk memohon ampun kepada Allah dan memohon perlindungan-Nya agar terhindar dari perbuatan tersebut. Sahabat juga dapat membaca artikel ini secara lengkap: <strong>Cara Bertaubat ari Perilaku Ghibah</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-37507dfb166139881caba621527eb3c0 wp-block-paragraph"><strong>Referensi:</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-22e4cbd47c4397a834c7f9c84e5e1377 wp-block-paragraph">Muslim.or.id. <em>Menjauhi Dosa Ghibah</em>. Diakses pada 27 September 2025 dari https://muslim.or.id/84901-menjauhi-dosa-gibah.html.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5270c5c5d866137fc567d9335a3b5e8f wp-block-paragraph">Tirto. <em>Mengapa Ghibah Dilarang oleh Agama? Ketahui Dampak Negatifnya</em>. Diakses pada 27 September 2025 dari https://tirto.id/mengapa-ghibah-dilarang-oleh-agama-ketahui-dampak-negatifnya-g7wR.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-12ca446132c80b0f897c15b7dd8301e6 wp-block-paragraph">Inilah Media. <em>Ini 5 Bahaya Ghibah yang Harus Diketahui Umat Islam</em>. Diakses pada 27 September 2025 dari https://www.inilah.com/bahaya-gibah-dalam-islam.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/mengapa-ghibah-dilarang-berikut-enam-alasannya-serta-cara-menghindarinya/">Mengapa Ghibah Dilarang? Berikut Enam Alasannya Serta Cara Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Cara Mengaplikasikan Self Love dan Beserta Manfaatnya</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/lima-cara-mengaplikasikan-self-love-dan-beserta-manfaatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 04:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Self-Love atau mencintai diri sendiri dapat didefinisikan sebagai sikap menerima, menghargai, dan merawat diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan, demi kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual. Dalam ilmu psikologi, self-love adalah fondasi untuk kesehatan mental yang lebih baik, membantu seseorang untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan hidup. Inti dari self-love [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/lima-cara-mengaplikasikan-self-love-dan-beserta-manfaatnya/">Lima Cara Mengaplikasikan Self Love dan Beserta Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-312934f0535aec64d43b33da230d3f37 wp-block-paragraph">Self-Love atau mencintai diri sendiri dapat didefinisikan sebagai sikap menerima, menghargai, dan merawat diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan, demi kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ilmu psikologi, self-love adalah fondasi untuk kesehatan mental yang lebih baik, membantu seseorang untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan hidup. Inti dari self-love bukanlah keegoisan (selfish), melainkan pengakuan bahwa diri sendiri berhak mendapatkan kasih sayang, kebaikan, dan perawatan yang sama seperti yang kita berikan kepada orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep self-love sangat sejalan dengan ajaran Islam, karena ia merupakan bentuk kesadaran atas amanah (titipan) dari Allah ta’ala yang wajib dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Merawat diri dan menjaga kesehatan baik fisik maupun jiwa adalah bagian dari ketaatan, karena tubuh kita memiliki hak atas diri kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengaplikasikan self-love yang benar, seorang Muslim tidak hanya meraih kebahagiaan duniawi, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kebahagiaan akhirat. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai cara dan manfaat self-love dalam bingkai Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cara Menerapkan Self Love (Mencintai Diri Sendiri)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mencintai diri sendiri dalam Islam adalah proses berkelanjutan yang mencakup dimensi fisik, emosional, dan spiritual.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Menjauhi Dosa dan Memperbanyak Taubat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Self-love yang paling hakiki adalah menyelamatkan diri dari murka Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala dan siksa api neraka. Seseorang yang benar-benar mencintai dirinya akan menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika terlanjur berbuat salah, segera bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulangi. Proses taubat ini adalah bentuk self-love sejati karena ia membersihkan diri dan menjamin keselamatan di akhirat, serta menghindari kita dari menzalimi diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Menjaga Amanah Fisik dan Mental (Self-Care Sehat)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tubuh adalah titipan. Mencintai diri berarti memberikan hak tubuh berupa istirahat yang cukup, nutrisi yang halal dan baik, serta menjaga kebersihan, sejalan dengan sabda Nabi shallallahu&nbsp;’alaihi&nbsp;wa&nbsp;sallam: “Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari &amp; Muslim).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, tentukan batasan yang sehat dalam bekerja dan berinteraksi. Jangan memaksakan diri hingga burnout. Lakukan aktivitas fisik (olahraga) dan berikan waktu untuk istirahat yang memulihkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Menerima Diri dan Berhenti Membandingkan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mencintai diri adalah menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita, karena semua itu adalah ketetapan dan ciptaan terbaik dari Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari membandingkan pencapaian, rezeki, atau kondisi diri dengan orang lain (terutama di media sosial), yang hanya akan memicu rasa tidak puas dan rendah diri (insecure). Fokus pada apa yang telah Allah berikan dan bersyukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Memberikan Afirmasi Positif dan Berprasangka Baik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lisan dan pikiran memiliki kekuatan besar. Dalam Islam, afirmasi positif ini diwujudkan dengan berprasangka baik (husnudzon) kepada Allah, bahwa segala ketetapan-Nya adalah yang terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gantikan kritik diri yang berlebihan dengan kalimat positif yang mengandung harapan dan tawakal, seperti: &#8220;Allah pasti punya rencana terbaik dari kegagalan ini,&#8221; atau &#8220;Aku sempurna dan berharga karena aku adalah hamba dari Yang Maha Sempurna.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Menenangkan Jiwa dengan Ibadah dan Zikir</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketenangan batin adalah puncak dari self-love. Jiwa tidak akan tentram kecuali dengan mendekatkan diri kepada Penciptanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penerapan: Perbanyak zikir, doa, dan ibadah sunnah (seperti shalat malam). Hal ini sejalan dengan firman Allah, &#8220;Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.&#8221; (QS. Ar-Ra&#8217;d: 28).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Manfaat Self Love dalam Perspektif Islam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penerapan self-love yang benar akan membawa dampak positif yang luas, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Meningkatkan Ketahanan Emosional dan Menurunkan Risiko Stres</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika seseorang menerima diri sepenuhnya, ia akan lebih siap menghadapi tekanan hidup dan kegagalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dapat menurunkan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, serta membuat pikiran lebih jernih dalam mencari solusi masalah. Dalam Islam, ketahanan ini disebut dengan sabar dan keteguhan hati yang sangat dihargai.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Memperoleh Kepuasan Hidup (Qana&#8217;ah)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang yang mencintai dirinya cenderung merasa puas dengan apa yang ia miliki (qana&#8217;ah), karena ia meyakini bahwa segala rezeki dan takdir adalah kebaikan dari Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepuasan hidup akan meningkat karena kita memfokuskan energi pada tanggung jawab diri sendiri dan tidak terlalu khawatir tentang kendali orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Membangun Hubungan Sosial yang Lebih Sehat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mampu mencintai diri sendiri memungkinkan kita menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang lain, karena kita mampu menghormati diri sendiri dan menetapkan batasan (boundaries) yang sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seseorang menjadi lebih mampu menahan diri dari perilaku merusak seperti ghibah atau iri hati, serta menjadi teladan bagi orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Meningkatkan Self-Esteem dan Taqwa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Self-love yang sehat meningkatkan harga diri (self-esteem) karena kita menyadari nilai diri kita sebagai hamba yang dimuliakan Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga diri yang tinggi tidak mengarah pada kesombongan, tetapi justru menguatkan ketakwaan (taqwa) dan tanggung jawab untuk menjaga kehormatan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Menjadi Sumber Kebaikan untuk Orang Lain</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika hati dan jiwa tenang karena self-love yang didasari ketaatan, maka kita akan lebih mudah menyebarkan kebaikan kepada orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita dapat berinteraksi dengan empati dan kasih sayang yang tulus, karena hati kita telah terpenuhi dan tidak menuntut pengakuan dari luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Psychology Today. <em>The Importance of Self-Love.</em> Diakses dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog/understand-other-people/201901/the-importance-self-love</p>



<p class="wp-block-paragraph">Psychology Today. <em>Seven-Step Prescription for Self-Love.</em> Diakses dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mindful.org. <em>5 Mindful Reasons to Lean in to Self-Love.</em> Diakses dari: https://www.mindful.org/5-mindful-reasons-to-lean-in-to-self-love/</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/lima-cara-mengaplikasikan-self-love-dan-beserta-manfaatnya/">Lima Cara Mengaplikasikan Self Love dan Beserta Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Self Love dalam Pandangan Islam: Pemahaman dan Urgensi</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/self-love-dalam-pandangan-islam-pemahaman-dan-urgensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 04:53:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep Self-Love atau mencintai diri sendiri seringkali dianggap sebagai ide modern yang berakar dari psikologi, yang menekankan pada penerimaan diri dan perawatan mental. Namun, jauh sebelum istilah ini populer, Islam telah meletakkan fondasi yang kokoh mengenai pentingnya menjaga, menghargai, dan menyayangi diri sendiri, bukan dalam artian egois, melainkan sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/self-love-dalam-pandangan-islam-pemahaman-dan-urgensi/">Self Love dalam Pandangan Islam: Pemahaman dan Urgensi</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-447ec070062e2c2d667d2bd7bb31ed31 wp-block-paragraph">Konsep Self-Love atau mencintai diri sendiri seringkali dianggap sebagai ide modern yang berakar dari psikologi, yang menekankan pada penerimaan diri dan perawatan mental. Namun, jauh sebelum istilah ini populer, Islam telah meletakkan fondasi yang kokoh mengenai pentingnya menjaga, menghargai, dan menyayangi diri sendiri, bukan dalam artian egois, melainkan sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-77b687a5603de17ed1cdab37299b8732 wp-block-paragraph">Self-love yang sesuai syariat adalah kesadaran bahwa tubuh, jiwa, dan akal adalah amanah (titipan) dari Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala yang harus dirawat dengan seimbang. Melalui perawatan diri yang seimbang ini, seorang Muslim dapat beribadah dan melayani sesama dengan lebih optimal.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a5415f6295ce7e3a18accc1f2535ab45 wp-block-paragraph">Self-love dalam Islam jauh melampaui sekadar merawat penampilan fisik atau memanjakan keinginan sesaat. Ia adalah wujud keimanan, di mana kita menyadari harga diri kita yang mulia sebagai ciptaan terbaik, sekaligus menyadari bahwa kita bertanggung jawab untuk menjaga titipan ini agar selamat di dunia dan akhirat.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-773c634138d07c099a5dad6602412504 wp-block-paragraph">Pandangan ini menempatkan self-love sebagai kewajiban mulia yang mengarahkan kita pada kedekatan dengan Allah. Untuk memahami lebih lanjut bagaimana Islam memandang dan mendorong praktik self-love, mari kita telusuri dua aspek penting berikut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pandangan Islam Terhadap Self Love</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cb2d2588093170cea1b25958ad9c7286 wp-block-paragraph">Islam tidak hanya membolehkan self-love, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian integral dari ajaran agama, dengan beberapa poin penting yang membedakannya dari konsep sekuler.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ec1a15149b522eb636f68f5edb428e5c wp-block-paragraph"><strong>1. Diri Adalah Amanah yang Wajib Dijaga</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-44f9db596ebf20e763b5662dc456e11e wp-block-paragraph">Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah pemegang amanah atas diri, jiwa, dan raganya. Kewajiban merawat diri bukan didasari oleh keinginan duniawi semata, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah yang telah menitipkan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e382f68bfccc41699107172d098a55ed wp-block-paragraph">Islam menekankan keseimbangan antara hak Tuhan (ibadah), hak tubuh (istirahat dan perawatan), dan hak orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1cf32dbd3a9b752453d88be026d2dcc6 wp-block-paragraph">Rasulullah shallallahu&nbsp;’alaihi&nbsp;wa&nbsp;sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu&#8230;&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-428c19e3d9083e3a586822072f2048db wp-block-paragraph">Oleh karena itu, self-love diwujudkan dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Kemudian, self-love dalam Islam bukanlah egoisme. Merawat diri justru bertujuan agar kita memiliki energi dan jiwa yang sehat untuk beribadah dan berbuat baik kepada orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fdf7dd0a04da7226e6b48efd9fe6759e wp-block-paragraph"><strong>2. Penerimaan Diri</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fc13753f5fee472bd538ce0cb41cf5ab wp-block-paragraph">Mencintai diri dalam Islam berarti menerima semua kondisi diri baik kelebihan maupun kekurangan sebagai takdir dan ketetapan terbaik dari Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala. Sikap ini dikenal sebagai ridha.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5947f892a7fa9b521532fcbe715711d7 wp-block-paragraph">Seorang Muslim mencintai dirinya karena ia adalah ciptaan yang terbaik (<em>Ahsani Taqwim</em> &#8211; QS. At-Tin: 4). Menerima kekurangan adalah wujud ridha kepada takdir-Nya dan menumbuhkan rasa syukur.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a1af804b04a76fff67771c5b6c681593 wp-block-paragraph">Daripada terus-menerus mengkritik diri secara negatif, self-love ala Islam mengarahkan fokus pada perbaikan diri dan peningkatan kualitas ibadah (ihsan).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fcc2ae47f5ab37d04d74efd48d290570 wp-block-paragraph"><strong>3. Cinta Diri Berlandaskan Cinta Allah</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3e89fd6aa5c4a3b0a89c1107a39754c2 wp-block-paragraph">Puncak dari self-love dalam Islam adalah ketika kecintaan terhadap diri sendiri berakar pada cinta kepada Allah yang menciptakannya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-da97ae564628937277d946a69f1d2299 wp-block-paragraph">Dengan menempatkan Allah sebagai sumber utama cinta dan ketenangan, seorang Muslim akan mencari kenyamanan jiwa melalui zikir, doa, dan ibadah. Hal ini sejalan dengan firman-Nya: &#8220;Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.&#8221; (QS. Ar-Ra&#8217;d: 28).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya Self Love dalam Islam</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-94a6d0d98e5f8b91e79be3b3fc9a0824 wp-block-paragraph">Penerapan self-love dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak signifikan bagi keimanan dan kualitas hidup seorang Muslim.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-17004ff8865ad6b57a77937f2b25f076 wp-block-paragraph"><strong>1. Fondasi untuk Kesehatan Mental dan Spiritual</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6cd47b3393f1ac2f85f7b15c6c476271 wp-block-paragraph">Merawat kesehatan mental dan spiritual adalah hal fundamental. Self-love mencegah seseorang jatuh ke dalam keputusasaan (putus asa) dan menguatkan daya tahan diri dalam menghadapi ujian hidup.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-eb63c57aafaef06e6b8539e5445437c0 wp-block-paragraph">Praktik self-love Islami, seperti bertaubat dan husnudzon (berprasangka baik), mencegah seseorang menzalimi diri sendiri dengan rasa bersalah yang berlebihan, karena Allah Maha Pengampun. Ini adalah wujud optimisme yang diperintahkan agama.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-67998771af54a1de70b75cc8fb417320 wp-block-paragraph"><strong>2. Mencegah Sifat Hasad dan Suka Membandingkan</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-24c7f4e06fbb72da10ab268344d38b5c wp-block-paragraph">Self-love yang sehat membantu seseorang untuk fokus pada perjalanan dan potensi dirinya sendiri tanpa perlu terdistraksi oleh pencapaian atau keberuntungan orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-28ca6b71c6465b11c860bea9444e1a80 wp-block-paragraph">Dengan menerima dan menghargai nilai diri sendiri, energi diarahkan untuk mengembangkan bakat dan anugerah yang telah Allah berikan. Ini merupakan bentuk syukur yang paling produktif.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d54eab1de9efe04a2d0aca7074b98698 wp-block-paragraph"><strong>3. Membangun Hubungan yang Sehat dengan Sesama (Ukhuwah)</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6b767214b583a0b9fc5d016a90234750 wp-block-paragraph">Seseorang yang memiliki self-love yang kuat dan sehat cenderung mampu membangun batasan (boundaries) yang jelas dalam hubungannya, sehingga hubungan tersebut menjadi lebih harmonis dan bebas dari toksisitas.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dcebe8fde392467dd983fc9242a481d7 wp-block-paragraph">Ketika kita mencintai dan menghormati diri sendiri, kita dapat memberi kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan atau pengakuan (riya). Ini sejalan dengan konsep ukhuwah Islamiah yang tulus.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-77cca1f7b5ad129bc57a6547ab59836c wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d0eff5c0cbbe08547b45a6da60d62cc9 wp-block-paragraph">UIN Antasari. <em>Self Love Menurut Al-Qur&#8217;an: Panduan Bahagia Ala Gen Z</em><strong>.</strong> Diakses dari: https://kemahasiswaan.uin-antasari.ac.id/self-love-menurut-al-quran-panduan-bahagia-ala-gen-z/</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c0c8afa0277ff84bea4eecff36d12c06 wp-block-paragraph">Salman ITB. <em>Self Love adalah Wujud Keimanan Seorang Muslim.</em> Diakses dari: https://salmanitb.com/informasi-artikel/detail/self-love-adalah-wujud-keimanan-seorang-muslim</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1193432ee667e9b1273ea18c5476d055 wp-block-paragraph">UII. <em>Self Love dalam Pandangan Islam.</em> Diakses dari: https://informatics.uii.ac.id/2023/06/07/self-love-dalam-pandangan-islam/</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-340536f813a22ac59462efd22aa2272e wp-block-paragraph">Muslim Women&#8217;s Association (MWA). <em>Self Love in Islam.</em> Diakses dari: https://mwa.org.au/latest-articles/self-love-in-islam/</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/self-love-dalam-pandangan-islam-pemahaman-dan-urgensi/">Self Love dalam Pandangan Islam: Pemahaman dan Urgensi</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Cara Ampuh Menghindari Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/5-cara-ampuh-menghindari-ghibah-dalam-kehidupan-sehari-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 04:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan membicarakan aib atau keburukan orang lain saat mereka tidak ada. Dalam Islam, perbuatan ini dilarang keras dan disamakan dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri, sebuah perumpamaan yang sangat menjijikkan untuk menunjukkan betapa besarnya dosa ghibah. Allah subhanahu&#160;wa&#160;ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12: &#8220;&#8230;Dan janganlah ada di antara kamu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/5-cara-ampuh-menghindari-ghibah-dalam-kehidupan-sehari-hari/">5 Cara Ampuh Menghindari Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-39fe7fcb5c4fc401d37d677a07964c4d wp-block-paragraph">Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan membicarakan aib atau keburukan orang lain saat mereka tidak ada. Dalam Islam, perbuatan ini dilarang keras dan disamakan dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri, sebuah perumpamaan yang sangat menjijikkan untuk menunjukkan betapa besarnya dosa ghibah. Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-25fdba93dc0ca7f47073a0ba9466f136 wp-block-paragraph"><em>&#8220;</em>&#8230;Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya&#8230;<em>&#8220;</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d1afb0df1d1d7d954937262d574808e9 wp-block-paragraph">Mengingat bahaya dan beratnya dosa ghibah, setiap Muslim wajib berusaha menjauhinya. Lantas, bagaimana cara praktis agar lisan kita terjaga dari dosa ini dalam interaksi sehari-hari? Ada lima cara efektif yang bisa kita terapkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ab1236493622d9d4c39b99b875ee99da"><strong>Cara Menghindari Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3cb33cd91926ee7a4039ea7ad1e16403 wp-block-paragraph">Berikut adalah lima cara menghindari ghibah yang dapat kamu terapkan, ingat ya bahwa ghibah terkadang menjadi salah satu perbuatan buruk yang jarang kita sadari. Dengan demikian, penting bagi kamu untuk memahami dan mengaplikasikan beberapa hal di bawah ini.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9696478d332f32f1541a4ac7a02df12c wp-block-paragraph"><strong>1. Ingat Dosa dan Bahaya Ghibah (Mengingat Analogi Bangkai)</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8105289e94a0ebd53f00213535acdced wp-block-paragraph">Cara pertama dan paling mendasar adalah membangun kesadaran yang mendalam akan ancaman dosa ghibah. Setiap kali godaan untuk membicarakan orang lain muncul, segera ingatlah perumpamaan memakan daging bangkai saudara sendiri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0bc610c100780ad5c5baa4118a64f016 wp-block-paragraph">Jadikanlah ayat Al-Hujurat 12 sebagai alarm spiritual yang harus selalu sahabat ingat setiap saat. Tanamkan dalam hati bahwa setiap kata buruk tentang orang lain adalah dosa besar yang akan kita pertanggungjawabkan. Kesadaran ini akan berfungsi sebagai rem otomatis bagi lisan kita.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-57f9fd0fb4d5daca4c1a6ff7aac3e098 wp-block-paragraph"><strong>2. Berkata Baik atau Diam</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0ea3cebc885a68dae039a4a92d7ec65f wp-block-paragraph">Prinsip ini adalah kaidah emas dalam menjaga lisan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW: <em>&#8220;</em>Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam.<em>&#8220;</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3aa4d228230bb83da53ed8ad03c55060 wp-block-paragraph">Artinya, dalam kehidupan sehari-hari jika kita tidak bisa mengucapkan sesuatu yang baik atau bermanfaat, maka diam adalah pilihan terbaik.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e3d161d97918a7acc66a58c28e04717b wp-block-paragraph">Dalam sebuah obrolan yang mulai menyimpang ke arah ghibah, diamlah dan alihkan pandangan. Jika memungkinkan, segera ganti topik pembicaraan ke arah yang lebih positif atau bermanfaat. Jangan ragu untuk mengatakan, <em>&#8220;</em>Mari kita bicarakan hal lain yang lebih baik.<em>&#8220;</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-e78654e256b08fdae73c745430b4d5b5 wp-block-paragraph"><strong>3. Jauhi Lingkungan yang Suka Ghibah</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-af7415958efdb8be0e9cbce556ed716f wp-block-paragraph">Lingkungan sangat memengaruhi perilaku seseorang. Jika kita sering berkumpul dengan orang-orang yang gemar menggunjing, kita akan lebih mudah terbawa arus. Menjaga diri dari dosa terkadang lebih utama daripada sekadar menjaga perasaan dalam sebuah obrolan yang merugikan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-31c059ec29df054927bba25c2abf0654 wp-block-paragraph">Dengan demikian, selektiflah dalam memilih teman dekat. Carilah sahabat-sahabat yang saleh, yang jika berbicara akan mengingatkan kita pada kebaikan dan jika mereka diam, kita pun akan terhindar dari aib orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f17ba7460720a0d03f999011300b3824 wp-block-paragraph"><strong>4. Sibukkan Diri dengan Introspeksi dan Hal Bermanfaat</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-7d264a7bd696aced26453f40c6f7451a wp-block-paragraph">Kecenderungan untuk mencari-cari aib atau keburukan orang lain seringkali muncul karena kita kurang fokus pada kekurangan diri sendiri. Dengan menyibukkan diri pada urusan pribadi yang bermanfaat, kita tidak akan punya waktu untuk memikirkan keburukan orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9b6b368fb682943183b0970063794ba3 wp-block-paragraph">Fokuslah memperbaiki diri. Ingatlah bahwa kita pun memiliki banyak kekurangan dan aib yang ditutup oleh Allah ta’ala. Alihkan energi dan waktu yang tersisa untuk beribadah, menuntut ilmu, atau mengembangkan potensi diri.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c25f01bb12b2cb3e1909b81585bb9645 wp-block-paragraph"><strong>5. Berlatih Empati dan Berbaik Sangka (Husnudzon)</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3e001370747b65f40b338f938dd452da wp-block-paragraph">Ghibah seringkali diawali dengan prasangka buruk (su&#8217;uzhon) dan kurangnya rasa empati. Dengan melatih diri untuk selalu berprasangka baik (husnudzon) kepada sesama Muslim, kita memutus akar ghibah.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0be9732f84af8591e83b4c492954d958 wp-block-paragraph">Cobalah merenungkan, bagaimana perasaan kita jika aib atau keburukan kita dibicarakan orang lain di belakang kita? Pasti terasa menyakitkan. Latih empati ini, dan berusahalah selalu mencari sisi positif dari perilaku orang lain.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ff2fa9b129aff01a4482061df2da92a2 wp-block-paragraph">Menghindari ghibah adalah kunci keselamatan lisan dan hati seorang Muslim. Dengan mengamalkan lima cara ini, kita berharap dapat menjaga lisan kita tetap bersih dan terhindar dari dosa besar yang diibaratkan Allah sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-77cca1f7b5ad129bc57a6547ab59836c wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-84a793338a50a4cd60b788258af0cb8c wp-block-paragraph">Republika.co.id. <em>Delapan Tips Menghindari Ghibah.</em> Diakses dari: https://islamdigest.republika.co.id/berita/sdrahn430/delapan-tips-menghindari-ghibah</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8fd3e3838a3e72d2d1e54e8a21c5685d wp-block-paragraph">NU.or.id. <em>Tiga Cara Ampuh Mengobati Penyakit Ghibah.</em> Diakses dari: https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/tiga-cara-ampuh-mengobati-penyakit-ghibah-5xgfW</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/5-cara-ampuh-menghindari-ghibah-dalam-kehidupan-sehari-hari/">5 Cara Ampuh Menghindari Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Ghibah yang Dibolehkan dalam Islam Beserta Contohnya</title>
		<link>https://indonesiaberbagi.id/6-ghibah-yang-dibolehkan-dalam-islam-beserta-contohnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dadan Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 23:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiaberbagi.id/?p=13406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Islam, ghibah (menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain saat mereka tidak ada) pada dasarnya adalah perbuatan yang diharamkan dan termasuk dosa besar, disamakan dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Namun, terdapat enam kondisi pengecualian yang membolehkan ghibah karena didasari oleh kebutuhan syar&#8217;i (agama) dan bertujuan untuk kemaslahatan (kebaikan) yang lebih besar. Enam jenis ghibah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/6-ghibah-yang-dibolehkan-dalam-islam-beserta-contohnya/">6 Ghibah yang Dibolehkan dalam Islam Beserta Contohnya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4190c4a1f9545f0e2ebf0a1172a0a85a wp-block-paragraph">Dalam Islam, ghibah (menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain saat mereka tidak ada) pada dasarnya adalah perbuatan yang diharamkan dan termasuk dosa besar, disamakan dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Namun, terdapat enam kondisi pengecualian yang membolehkan ghibah karena didasari oleh kebutuhan syar&#8217;i (agama) dan bertujuan untuk kemaslahatan (kebaikan) yang lebih besar.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1963fd6777e463900596261440403235 wp-block-paragraph">Enam jenis ghibah tersebut diantaranya mengadukan kezaliman, meminta bantuan untuk mengubah kemungkaran, meminta fatwa (pendapat hukum), memperingatkan kaum Muslimin dari keburukan, membicarakan orang yang terang-terangan melakukan kefasikan/bid&#8217;ah, dan untuk mengenalkan atau mengidentifikasi seseorang.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9d196ca08bb75ddb0dbb053f18d52980 wp-block-paragraph">Kenapa bisa demikian? Pengecualian tersebut terjadi atas pertimbangan dari prinsip yang mendasar dalam syariat Islam, yaitu menegakkan keadilan, mencegah kemungkaran, dan memberikan nasihat yang dibutuhkan. Ghibah jenis ini menjadi dibolehkan, bahkan terkadang wajib, jika niat murni untuk mencapai salah satu dari enam tujuan yang sah dan bukan untuk mencela, menghina, atau menyebarkan aib semata.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-327c05ea245b76077f4d8803fee2502b wp-block-paragraph">Baca artikel ini sampai selesai yuk sahabat untuk mengetahui penjelasan enam jenis ghibah di atas serta batasan dan contohnya secara lengkap. Yuk simak agar kita tidak salah langkah dalam bicara.</p>



<h2 class="wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-7507e8c758cacbd6799edeaf477e8b7f"><strong>Ghibah yang Dibolehkan dalam Islam</strong></h2>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0e5c6b4a886ffa7f2adc406ceef20210 wp-block-paragraph">Para ulama diantaranya Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin, dengan merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur&#8217;an dan hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan beberapa jenis ghibah yang diperbolehkan dalam islam dalam beberapa kondisi di bawah ini.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-aec1b12f0e42f483b131c92c802875af wp-block-paragraph"><strong>Saat Hendak Mengadukan Kedzhaliman</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-03bc0921cc18c7f1ee29627078ae128b wp-block-paragraph">Orang yang mengalami kezaliman (penganiayaan atau ketidakadilan) diperbolehkan mengadukan kezaliman yang menimpanya kepada pihak yang berwenang dan mampu memberikan pertolongan atau menegakkan keadilan. Pihak ini bisa berupa penguasa, hakim, polisi, atau pihak lain yang memiliki kekuasaan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6774a733c4819aa2187fe2f4fa5a77fe wp-block-paragraph"><strong>Contoh:</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4de6eb4af8ca13d3f632b4e17ef04b81 wp-block-paragraph">Seseorang yang hartanya dirampas boleh mengatakan kepada hakim, &#8220;Si Fulan telah menzalimi saya dan mengambil harta saya,&#8221; meskipun menyebut keburukan orang lain, hal ini dibolehkan berdasarkan firman Allah subhanahu&nbsp;wa&nbsp;ta’ala:</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b8ccd5942e29e74d1e87d573216809d3 wp-block-paragraph"><strong>لَّا&nbsp;يُحِبُّ&nbsp;ٱللَّهُ&nbsp;ٱلْجَهْرَ&nbsp;بِٱلسُّوٓءِ&nbsp;مِنَ&nbsp;ٱلْقَوْلِ&nbsp;إِلَّا&nbsp;مَن&nbsp;ظُلِمَ</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-130bd7c2a86f2af7240932f4c0540f51 wp-block-paragraph">&#8220;Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi.&#8221; (QS. An-Nisa: 148).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8cc218f3ea7d00881788f9365cec3cd6 wp-block-paragraph"><strong>Saat Meminta Bantuan Mengubah Kemungkaran</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-40ec55f7f21f4ff013f69ae89d2296a0 wp-block-paragraph">Ghibah dibolehkan apabila tujuannya adalah meminta pertolongan dari pihak yang diharapkan dapat mengubah kemungkaran atau kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang, dan diharapkan dapat membuat pelakunya kembali kepada kebenaran.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6774a733c4819aa2187fe2f4fa5a77fe wp-block-paragraph"><strong>Contoh:</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-71c4f00daad6576bad7a1957a7ea7d20 wp-block-paragraph">Seseorang yang mengetahui ada orang lain kecanduan narkoba dan mengganggu ketertiban umum, diperbolehkan melaporkannya kepada pihak berwenang atau orang yang mampu mencegah perbuatan tersebut, dengan harapan kemungkaran itu dapat dihentikan.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fc303938b95d84c95da9be29554ff00b wp-block-paragraph"><strong>Saat Meminta Fatwa atau Penjelasan Hukum</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-aa16130a8ef4a56e81910ea4345bae46 wp-block-paragraph">Seseorang yang memiliki masalah dan membutuhkan fatwa (pendapat hukum) dari seorang mufti atau ulama, diperbolehkan menyebutkan keburukan atau perbuatan orang lain yang menjadi bagian dari masalah tersebut.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b1658bde1421187a72776a9e6231b44d wp-block-paragraph">Contoh: Seorang istri bertanya kepada ustadz, &#8220;Suami saya sering berbuat buruk kepada saya, bagaimana hukumnya dan apa yang harus saya lakukan?&#8221;</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-cbe9b046086249a50e31442c7e9bfd46 wp-block-paragraph">Ghibah ini dibolehkan karena merupakan kebutuhan untuk mendapatkan solusi syar&#8217;i, namun disarankan untuk menggunakan kalimat pihak ketiga untuk kehati-hatian, misalnya, &#8220;Bagaimana pendapat Anda tentang seorang suami yang berbuat begini dan begini?&#8221;</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0631da4e375296992c220a3024114e31 wp-block-paragraph"><strong>Saat Memperingatkan Kaum Muslimin dari Keburukan</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8c92f79a869e83437137b06696d2aca4 wp-block-paragraph">Ghibah diperbolehkan dengan tujuan memberikan peringatan dan nasihat kepada kaum Muslimin agar terhindar dari bahaya, penipuan, atau kerugian.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ef62165bd81aea819afbc29b618b3b65 wp-block-paragraph">Misalnya dalam mengingatkan seseorang perkara duniawi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4b27fce49635c3910ffe920d130d942f wp-block-paragraph">Contoh: Menceritakan keburukan seseorang yang dikenal sebagai penipu dalam bisnis agar orang lain tidak terjerumus dalam kerugian.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f1debc3fb65d309dfd35540f67a7d719 wp-block-paragraph">Peringatan dalam Urusan Agama (<em>Jarh wa Ta&#8217;dil)</em></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-ba8d7a78526b54af5dccd8748b05bca5 wp-block-paragraph">Contoh: Menyebutkan kelemahan perawi hadis (misalnya, pelupa atau pendusta) untuk menjaga kemurnian sunah Nabi shallallahu&nbsp;’alaihi&nbsp;wa&nbsp;sallam.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9bb675d61714d0c91ae32aa3c709eb89 wp-block-paragraph"><strong>Membicarakan Orang yang Terang-terangan Melakukan Kefasikan</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fc5542366bbf781c957c7d44a3f8e4a4 wp-block-paragraph">Membicarakan Orang yang Terang-Terangan melakukan kefasikan (dosa besar) diperbolehkan dengan catatan hanya sebatas pada apa yang ia tampakkan (kerjakan secara terang-terangan) dan bukan aib lainnya yang tersembunyi.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bfaf2e5aca4b5a48377a75d78222d8ef wp-block-paragraph">Contoh: Seseorang yang dikenal suka mabuk-mabukan di tempat umum atau menyebarkan ajaran sesat secara terang-terangan. Ghibah ini dibolehkan agar masyarakat berhati-hati dan menjauhinya, serta sebagai bentuk pengingkaran terhadap kemungkaran.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-b8ce857f4ccaa935ccc17a6e47f674a5 wp-block-paragraph"><strong>Saat Mengenal atau Mengidentifikasi Seseorang</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-60df79cffae2545f8b29ce14d158b609 wp-block-paragraph">Ghibah dibolehkan apabila digunakan sebagai cara untuk mengenalkan atau mengidentifikasi seseorang ketika ia dikenal luas dengan sebutan atau julukan yang mungkin berupa kekurangan fisik, asalkan tujuannya murni untuk mengenali, bukan untuk merendahkan atau menghina.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6f6ccced647d863ee30b43303f7e4bfa wp-block-paragraph">Contoh: Menyebut &#8220;Si Fulan yang buta matanya&#8221; atau &#8220;Si Fulan yang pincang&#8221;, jika memang ia sudah dikenal dengan sebutan itu dan tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mengenalkannya. Jika ada cara lain yang lebih baik, itu lebih utama.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-77cca1f7b5ad129bc57a6547ab59836c wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong></p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d78fb14af8a7110a360ea7c92a4e06a5 wp-block-paragraph">Muslim.or.id. &#8220;Ghibah yang Dibolehkan.&#8221; Diakses dari: https://muslim.or.id/21518-ghibah-yang-dibolehkan.html</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4e32f459aca702a79a0c91eb0a46dd9a wp-block-paragraph">Kumparan.com. &#8220;6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan dalam Islam Menurut Para Ulama.&#8221; Diakses dari: https://kumparan.com/berita-hari-ini/6-jenis-ghibah-yang-diperbolehkan-dalam-islam-menurut-para-ulama-1xNhwNAXOdL</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6db05fd0684f47c4d6588d108e95cf4e wp-block-paragraph">Islampos.com. &#8220;Ini 6 Bentuk Ghibah yang Diperbolehkan.&#8221; Diakses dari: https://www.islampos.com/ini-6-bentuk-ghibah-yang-diperbolehkan-225702/</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-fb25dfa1b3a5769ee67581d4c8fcc845 wp-block-paragraph">An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Riyadhus Shalihin. (Karya utama yang menjelaskan enam pengecualian ghibah).</p>
<p>The post <a href="https://indonesiaberbagi.id/6-ghibah-yang-dibolehkan-dalam-islam-beserta-contohnya/">6 Ghibah yang Dibolehkan dalam Islam Beserta Contohnya</a> appeared first on <a href="https://indonesiaberbagi.id">Aksi Berbagi Sesama | Sedekah Online | Lembaga Kemanusiaan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
