Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan membicarakan aib atau keburukan orang lain saat mereka tidak ada. Dalam Islam, perbuatan ini dilarang keras dan disamakan dengan memakan daging bangkai saudaranya sendiri, sebuah perumpamaan yang sangat menjijikkan untuk menunjukkan betapa besarnya dosa ghibah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
“…Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya…“
Mengingat bahaya dan beratnya dosa ghibah, setiap Muslim wajib berusaha menjauhinya. Lantas, bagaimana cara praktis agar lisan kita terjaga dari dosa ini dalam interaksi sehari-hari? Ada lima cara efektif yang bisa kita terapkan.
Cara Menghindari Ghibah dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut adalah lima cara menghindari ghibah yang dapat kamu terapkan, ingat ya bahwa ghibah terkadang menjadi salah satu perbuatan buruk yang jarang kita sadari. Dengan demikian, penting bagi kamu untuk memahami dan mengaplikasikan beberapa hal di bawah ini.
1. Ingat Dosa dan Bahaya Ghibah (Mengingat Analogi Bangkai)
Cara pertama dan paling mendasar adalah membangun kesadaran yang mendalam akan ancaman dosa ghibah. Setiap kali godaan untuk membicarakan orang lain muncul, segera ingatlah perumpamaan memakan daging bangkai saudara sendiri.
Jadikanlah ayat Al-Hujurat 12 sebagai alarm spiritual yang harus selalu sahabat ingat setiap saat. Tanamkan dalam hati bahwa setiap kata buruk tentang orang lain adalah dosa besar yang akan kita pertanggungjawabkan. Kesadaran ini akan berfungsi sebagai rem otomatis bagi lisan kita.
2. Berkata Baik atau Diam
Prinsip ini adalah kaidah emas dalam menjaga lisan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam.“ (HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya, dalam kehidupan sehari-hari jika kita tidak bisa mengucapkan sesuatu yang baik atau bermanfaat, maka diam adalah pilihan terbaik.
Dalam sebuah obrolan yang mulai menyimpang ke arah ghibah, diamlah dan alihkan pandangan. Jika memungkinkan, segera ganti topik pembicaraan ke arah yang lebih positif atau bermanfaat. Jangan ragu untuk mengatakan, “Mari kita bicarakan hal lain yang lebih baik.“
3. Jauhi Lingkungan yang Suka Ghibah
Lingkungan sangat memengaruhi perilaku seseorang. Jika kita sering berkumpul dengan orang-orang yang gemar menggunjing, kita akan lebih mudah terbawa arus. Menjaga diri dari dosa terkadang lebih utama daripada sekadar menjaga perasaan dalam sebuah obrolan yang merugikan.
Dengan demikian, selektiflah dalam memilih teman dekat. Carilah sahabat-sahabat yang saleh, yang jika berbicara akan mengingatkan kita pada kebaikan dan jika mereka diam, kita pun akan terhindar dari aib orang lain.
4. Sibukkan Diri dengan Introspeksi dan Hal Bermanfaat
Kecenderungan untuk mencari-cari aib atau keburukan orang lain seringkali muncul karena kita kurang fokus pada kekurangan diri sendiri. Dengan menyibukkan diri pada urusan pribadi yang bermanfaat, kita tidak akan punya waktu untuk memikirkan keburukan orang lain.
Fokuslah memperbaiki diri. Ingatlah bahwa kita pun memiliki banyak kekurangan dan aib yang ditutup oleh Allah ta’ala. Alihkan energi dan waktu yang tersisa untuk beribadah, menuntut ilmu, atau mengembangkan potensi diri.
5. Berlatih Empati dan Berbaik Sangka (Husnudzon)
Ghibah seringkali diawali dengan prasangka buruk (su’uzhon) dan kurangnya rasa empati. Dengan melatih diri untuk selalu berprasangka baik (husnudzon) kepada sesama Muslim, kita memutus akar ghibah.
Cobalah merenungkan, bagaimana perasaan kita jika aib atau keburukan kita dibicarakan orang lain di belakang kita? Pasti terasa menyakitkan. Latih empati ini, dan berusahalah selalu mencari sisi positif dari perilaku orang lain.
Menghindari ghibah adalah kunci keselamatan lisan dan hati seorang Muslim. Dengan mengamalkan lima cara ini, kita berharap dapat menjaga lisan kita tetap bersih dan terhindar dari dosa besar yang diibaratkan Allah sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan.
Referensi
Republika.co.id. Delapan Tips Menghindari Ghibah. Diakses dari: https://islamdigest.republika.co.id/berita/sdrahn430/delapan-tips-menghindari-ghibah
NU.or.id. Tiga Cara Ampuh Mengobati Penyakit Ghibah. Diakses dari: https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/tiga-cara-ampuh-mengobati-penyakit-ghibah-5xgfW












