Langganan Berita

Silahkan isi data anda untuk kita kirimkan update berita terbaru

Edit Content
ketentuan bayar zakat mal

Ketentuan Bayar Zakat Mal:  Syarat, Waktu Hingga Caranya

Table of Contents

Indonesiaberbagi.id – Zakat Mal adalah salah satu kewajiban zakat yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim atas kepemilikan hartanya. Dalam hal ini, sebagai seorang Muslim tentunya harus mengetahui ketentuan-ketentuan zakat mal mulai dari syarat dan rukunnya, jenis harta yang wajib dizakati serta siapa saja yang berhak menerimanya.

Kapan Waktu Pembayaran Zakat Mal?

Seorang Muslim wajib membayar zakat Mal atas harta yang dimilikinya setelah mencapai haul dan nisab zakat. Haul dalam hal ini dapat dipahami sebagai batasan waktu kepemilikan harta yakni satu tahun penuh. Kemudian, nisab dapat dipahami sebagai batasan minimal jumlah harta yang wajib dizakati.

Selanjutnya, pembayaran zakat mal sendiri dilakukan atas segala jenis harta yang dimiliki oleh seseorang. Misalkan zakat emas dan perak, uang dan simpanan, pertanian, peternakan, perniagaan, penghasilan, serta zakat atas barang temuan (harta karun).

Syarat dan Waktu Pembayaran Zakat Mal

ketentuan bayar zakat mal

Zakat Mal adalah salah satu bentuk pemberian yang wajib dikeluarkan atas harta yang dimiliki, segala hal yang berkaitan dengan zakat telah diatur dalam syariat sehingga pelaksanaannya perlu mengikuti tata cara yang telah ditentukan. Untuk memudahkan sahabat dalam menunaikan zakat mal, berikut adalah sedikit uraian mengenai syarat dan waktu pembayaran zakat mal.

Syarat Zakat Mal

Berikut adalah beberapa syarat harta yang terkena kewajiban bayar zakat mal.

1. Harta tersebut berada dalam kepemilikan penuh

2. Merupakan harta yang halal dan diperoleh secara halal

3. Harta yang dapat berkembang atau diproduktifkan (memiliki nilai manfaat)

4. Telah mencapai nisab

5. Bebas dari utang

6. Mencapai haul selama satu tahun atau ditunaikan saat panen untuk zakat pertanian.

Waktu Pembayaran Zakat Mal

Zakat atas harta seorang Muslim wajib dikeluarkan saat mencapai haul dan nisab. Adapun nisab zakat sendiri ialah 85 gram emas. Adapun untuk zakat pertanian dan peternakan memiliki ketentuan nisabnya sendiri.

Dari sisi haul atau batasan kepemilikan harta, zakat dilakukan setahun sekali, baik di akhir periode tahunan atas kepemilikan harta tersebut ataupun waktu-waktu lain seperti pada bulan Ramadan dan akhir tahun.

Mengapa umat Islam Harus Bayar Zakat Mal?

Secara hukum, zakat mal wajib dilakukan bagi siapa saja yang hartanya telah mencapai haul dan nisab. Adapun tujuan dari zakat mal sendiri ialah untuk mensucikan harta yang dimiliki agar memantik pintu-pintu keberkahan. Di samping itu, zakat mal juga menjadi bagian dari bentuk pemberdayaan ekonomi umat yang dapat menjadi jalan meratanya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Adapun, selain dua hal di atas terdapat beberapa alasan mengapai seorang Muslim wajib membayar zakat mal sebagai berikut.

1. Merupakan bagian dari kewajiban

Hukum dalam Islam terdiri dari beberapa jenis, salah satunya hukum wajib. Hukum wajib adalah sebuah anjuran yang wajib dikerjakan, berpahala jika dikerjakan dan dosa jika tidak dikerjakan. Zakat mal pun menjadi wajib bagi seseorang yang hartanya telah mencapai haul dan nisab serta syarat-syarat lainnya.

Kemudian, zakat mal juga merupakan perintah yang datang langsung dari Allah melalui firman-Nya dalam Al-Quran sebagai berikut:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah, 9 : 103)

2. Menjaga keseimbangan sosial

Zakat mal mampu membantu masyarakat yang membutuhkan (dhuafa) yang kurang beruntung dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal. Lebih dari itu, zakat mal juga dapat dikelola dalam bentuk pemberdayaan dan penguatan ekonomi sehingga kaum dhuafa penerima manfaatnya dapat keluar dari zona sulitnya.

3. Membersihkan harta dan diri

Zakat mal menjadi salah satu wasilah untuk membersihkan harta dan diri. Tentunya dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus dikeluarkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dari-Nya.

Di samping itu, dalam berniaga juga kita belum tahu persis jika ada ucapan dan tindakan yang secara tidak sengaja menyakiti orang lain sehingga menyakitinya. Dalam hal ini zakat menjadi salah satu cara untuk membersihkannya.

Kemudian, membayar zakat juga dapat membersihkan diri sifat-sifat negatif yang menghambat keberkahan dan kebahagiaan seperti kikir, serakah, hasud, dan kecintaan berlebih terhadap harta serta dunia.

Cara Bayar Zakat Mal Sesuai Sunnah

ketentuan bayar zakat mal

Zakat mal dapat dibayarkan langsung oleh muzaki (orang yang berzakat) langsung kepada mustahik. Selain itu, zakat mal juga dapat dibayarkan melalui lembaga atau badan amil zakat sebagai perantara, kemudian lembaga atau badan tersebut menyalurkannya kepada mustahik.

Dalam hal ini, prinsip utama pembayaran zakat ialah tersampaikannya zakat secara tepat kepada para mustahik. Hal demikian menjadi salah satu alasan dianjurkannya zakat mal melalui amil zakat seperti badan atau lembaga amil zakat karena lembaga tersebut akan selektif dalam menentukan mustahik sehingga tepat sasaran.

Membayar zakat melalui amil sendiri lebih utama dan lebih dianjurkan. Hal itu dikarenakan dalam Al-Quran maupun Hadits Nabi menyebutkan bahwa proses penarikan zakat melibatkan amil ataupun pemerintah.

Setidaknya ada beberapa keunggulan sebagai berikut ketika seorang muzaki membayar zakat melalui lembaga atau badan amil zakat.

1. Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW

Perintah untuk berzakat telah berlaku sejak tahun ke-2 hijriah, pada saat itu Rasulullah mengutus beberapa orang sahabat untuk mengambil zakat dari para muzaki. Dalam kata lain, pembayaran zakat telah dikelola langsung secara kolektif oleh lembaga atau badan yang pada masa itu bernama Baitul Maal.

2. Terhindar dari sifat riya

Amal yang dikerjakan oleh seorang Muslim akan diterima jika dilakukan secara ikhlas termasuk zakat mal. Membayar zakat melalui lembaga atau amil dapat merawat keikhlasan dalam beramal sehingga terhindar dari sifat riya.

3. Tepat sasaran dan produktif

Zakat yang dikelola oleh lembaga atau badan amil zakat akan disalurkan kepada para mustahik yang tepat. Selain itu, dengan pengelolaan yang baik penyaluran zakat akan dikemas dengan berbagai program pemberdayaan sehingga menjadikan penerima manfaat lebih produktif.

4. Amanah dan terpercaya

Tidak semua lembaga dapat menerima dan mengelola zakat dari para muzaki. Hal itu dikarenakan setiap lembaga harus memiliki izin dari pihak yang berwenang dan melaporkan pengelolaannya. Dengan demikian, zakat dari para muzaki akan dikelola dengan baik mulai dari pengumpulan hingga penyalurannya.

Itulah ulasan mengenai ketentuan pembayaran zakat mal, sahabat juga dapat mengetahui berapa jumlah zakat yang harus dibayarkan dalam artikel berikut secara lengkap : Nisab dan Besaran Zakat Mal yang Harus Dikeluarkan