Mediaperawat.id – Qurban merupakan prosesi penyembelihan hewan ternak pada hari raya Idul Adha, namun penyembelihan di sini tidak sama seperti penyembelihan pada umumnya. Qurban memiliki syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi, terutama pada hewan yang akan disembelihnya.
Artikel ini akan mengulas tentang tata cara memilih hewan qurban terbaik yang sehat dan tetap memenuhi syariat. Nah, bagi kamu yang sedang nyari hewan qurban, artikel sangat direkomendasikan untuk dibaca sebagai ikhtiar memberikan hewan terbaik pada hari raya Idul Adha.
Mengapa Memilih Hewan Qurban Tidak Boleh Asal?
Qurban bukanlah prosesi penyembelihan hewan biasa, ia merupakan ibadah yang menjadi salah satu bentuk ketaatan terbaik kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2).
Dalam pelaksanaannya, aspek halal saja belum cukup karena dalam ibadah ini Islam menekankan prinsip thayyib yakni baik dan berkualitas. Hewan yang sehat dan bagus akan lebih mencerminkan kesungguhan ibadah serta membawa keberkahan bagi penerima daging qurban.
Mengetahui Syarat Sah Hewan Qurban
Dalam berqurban, Islam memberikan panduan teknis yang tidak boleh diabaikan, termasuk dalam hal memilih hewan qurban. Syarat sah hewan qurban dalam hal ini dapat kamu jadikan juga sebagai rekomendasi atau acuan dalam memilih hewan qurban. Dengan demikian, sebelum memilih hewan qurban, kamu harus memerhatikan beberapa syarat sah qurban berikut ini.
Jenis Hewan
Hewan qurban hanya boleh dari kelompok bahimatul an‘am yang terdiri dari unta, sapi, kambing, atau domba. Hewan selain itu tidak sah dijadikan qurban.
Usia Minimal Hewan
Agar qurban bernilai sempurna, hewan yang disembelih harus cukup umur, hal ini menunjukkan kematangan dan kelayakan hewan tersebut. Rinciannya:
- Kambing: minimal 1 tahun.
- Sapi: minimal 2 tahun.
- Domba: minimal 6 bulan, atau masuk 1 tahun.
Kepemilikan yang Sah
Syarat penting bahwa hewan qurban harus berasal dari kepemilikan yang sah. Para ulama menegaskan bahwa hewan qurban tidak boleh berasal dari pencurian, perampasan, atau kepemilikan yang tidak sah.
Tips Memilih Hewan Qurban dengan Memerhatikan Aspek Kesehatan Hewan
1. Mata
Jernih, tidak merah, dan tidak berair/belekan.
2. Cermin Hidung
Basah/lembab (bukan karena flu), bersih.
3. Bulu dan Kulit
Bersih, mengkilap, dan tidak ada tanda-tanda penyakit kulit (kudis/scabies).
4. Nafsu Makan
Lincah dan mau makan dengan rakus.
5. Kotoran
Padat (tidak mencret yang mengindikasikan gangguan pencernaan).
Tips Memilih Hewan Qurban dengan Mengecek Gigi
Gunakan metode poel atau melihat kondisi gigi seri hewan. Hewan yang sudah poel (gigi seri sudah berganti gigi tetap) umumnya sudah cukup umur untuk dikurbankan. Berikut adalah cara mengecek gigi hewan berdasarkan jenis dan usianya.
1. Kambing/Domba
Tanda poel: dua gigi seri tetap
Cara cek: Lihat gigi depan bawah, jika 2 gigi sudah lebih besar dan permanen maka hewan sudah cukup umur
2. Sapi
Tanda poel: dua gigi seri tetap
Cara cek: Cek gigi seri terdepan, jika sudah tanggal dan diganti yang lebih besar, maka sudah cukup umur.
3. Unta
Tanda poel: Gigi permanen lengkap
Cara cek: Lebih kompleks, lebih mudah cek dari dokumen atau keterangan peternak.
Tips Tambahan Saat Membeli Hewan Qurban
Tidak hanya dari aspek hewan baik kesehatan maupun kecukupan umurnya, kamu juga dapat memerhatikan tempat atau kandang tempat beli hewan qurban sebagai berikut.
- Perhatikan kebersihan sanitasi kandang dagangan.
- Pastikan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
- Waktu terbaik untuk membeli agar harga tetap kompetitif.
4 Cacat Hewan yang Menyebabkan Qurban Tidak Sah
Berikutnya, dalam memilih hewan qurban kamu juga perlu mengetahui beberapa cacat hewan yang mengakibatkan ibadah tersebut tidak sah. Hal itu sebagaimana sabda Nabi SAW dari Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.”
Hadits di atas menunjukkan bahwa jika di antara empat cacat tersebut ditemukan, maka tidak sah dijadikan qurban.
- Buta salah satu mata secara jelas, yang dimaksud adalah buta yang sampai nampak matanya keluar atau tercungkil.
- Sakit yang nyata, nampak sakitnya yang menyebabkan tambah kurus dan kualitas daging menurun. Di antara penyakit tersebut adalah kudis karena dapat merusak kualitas daging dan kegemukannya.
- Pincang yang sangat kentara, menyebabkan sulit berjalan karena ada penyakit yang menyerang pada bagian tertentu.
- Sangat kurus hingga tidak berdaging/sumsum, tidak bermanfaat bagi penerima daging.












