Empat Sifat Orang Bertakwa Ini Disebutkan dalam Al-Quran, Apa Saja?

You are currently viewing Empat Sifat Orang Bertakwa Ini Disebutkan dalam Al-Quran, Apa Saja?

Empat Sifat Orang yang Bertakwa – Sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa, Al-Quran sudah selayaknya dijadikan sebagai rujukan dan panduan bagi seorang mukmin dalam menjalani kehidupan di alam dunia yang fana ini. Selain sebagai petunjuk, Al-Quran juga menjadi salah satu ladang pahala kebaikan yang dapat diraih oleh seorang mukmin. Dalam sebuah hadits Nabi disebutkan bahwa satu huruf yang dibaca dalam Al-Quran ia akan Allah balas dengan sepuluh pahala kebaikan.

Empat Sifat Orang Bertakwa

Masyaallah, begitu besarnya kemuliaan Al-Quran bagi mereka yang senantiasa menjadikannya sebagai pedoman kehidupan serta membacanya. Semoga kita semua menjadi ahli Quran yang senantiasa menjadikannya sebagai pedoman kehidupan dan teman dikala bahagia ataupun berduka.

Al-Quran menerangkan empat sifat orang bertakwa yang dicintai oleh Allah Ta’ala. Adapun empat sifat itu ialah senang berinfak baik dalam keadaan lapang ataupun sempit, menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, serta istiqamah dalam melakukan hal baik. Allah SWT berfirman :

“(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134).

Ayat diatas menerangkan empat sifat orang bertakwa yang terdiri dari beberapa sifat berikut ini.

1. Rajin Berinfaq dalam Keadaan Apapun

Sifat pertama yang menjadi sifat orang yang bertakwa berdasarkan ayat diatas ialah senantiasa menginfakan atau menafkahkan hartanya baik dalam keadaan luang ataupun dalam keadaan sempit sesuai dengan kesanggupan yang dimilikinya. Hal ini membuka kesempatan bagi siapa saja untuk meraih kebaikan dengan cara mengeluarkan sebagian kecil hartanya, tentunya harus tetap berada dalam kategori kemampuan masing-masing.

Pada dasarnya, berinfak adalah satu amaliah yang tidak ada batasan berapa harta yang harus dikeluarkan. Semuanya didasarkan pada kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Allah akan menyiapkan balasan terbaik bagi mereka yang senantiasa menginfakan hartanya baik dalam keadaan lapang ataupun sempit.

Berinfak disini juga dapat menjadi salah satu penghilang dari sifat kikir yang ada dalam diri manusia. Hal ini tentunya dapat menjadikan manusia terlepas dari sifat hubbuddunya yang jelas berbahaya dan menjadi akhlak yang tidak baik.

2. Menahan Amarah

Disatu sisi meluapkan amarah adalah menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan ekspresi agar mampu dipahami oleh orang lain. Akan tetapi, meluapkan amarah bukanlah solusi yang dapat menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya meluapkan amarah dapat menjadi salah satu pemicu masalah-masalah baru yang tak berujung.

Ketahuilah bahwasannya menahan amarah akan menjadi jalan yang mendekatkan kita pada ketakwaan. Untuk itu, sebisa mungkin kita harus mampu mengontrol diri dan menahan amarah karena itu menjadi hal terbaik dibandingkan kita meluapkannya.

3. Memaafkan kesalahan orang lain

Memaafkan kesalahan orang lain adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Mungkin hal ini menjadi hal yang sulit untuk dipraktikan, terlebih bagi sebagian orang yang senang membalas kejahatan dengan kejahatan. Akan tetapi, bagi sebagian orang yang jiwanya telah dipenuhi oleh ketakwaan dan akhlak yang baik, memaafkan orang lain menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.

Empat Ciri Orang Bertakwa

Mungkin membalas kejahatan dengan kejahatan bisa dikatakan masih berada dalam rangka menegakan keadilan, tetapi hal tersebut bukanlah cara yang baik dan tidak dapat menghilangkan kejahatan itu. Bahkan bisa jadi cara yang dilakukan tersebut menjadi salah satu penyebab kejahatan tersebut semakin meluas dan terus berkembang.

Sahabat, ketika kejahatan atau keburukan dibalas dengan maaf dan kemudian diiringi dengan perbuatan yang baik, insyaallah akan menjadi salah satu pembuka hati bagi seseorang yang telah berbuat jahat sehingga orang tersebut tidak melakukan kejahatan dan pintu kejahatan tersebut dapat tertutup. Hal tersebutlah yang menjadikan sifat pemaaf adalah sifat yang mulia.

Baca Juga : Balasan Bagi Orang yang Rajin Sedekah

4. Istiqamah dalam kebaikan

Istiqamah dalam kebaikan termasuk ke dalam sifat orang yang bertakwa. Maka istiqamah dalam kebaikan menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan iman dalam hati. Untuk itu, dalam keadaan apapun usahakan kita selalu berada dalam kebaikan dan memohon petunjuk-Nya agar selalu dibimbing oleh-Nya dalam jalan kebaikan.

Share on Whatsapp

Leave a Reply