Kehidupan yang produktif bukan hanya sekedar memiliki banyak kesibukan dan jadwal yang cukup padat. Lebih dari itu, produktivitas hidup kita dapat diatur sejauh mana kita memanfaatkan waktu dan meraih keberkahan dari segala hal yang dilakukan.
Berkaitan dengan produktivitas dan manajemen waktu, Rasulullah merupakan teladan terbaik yang sudah seharunya kita jadikan sebagai contoh dan acuan. Sebagai kepala negara, pemimpin umat, kepala keluarga, guru, dan sahabat bagi orang-orang disekitarnya, Rasulullah senantiasa membagi waktu untuk semuanya secara efektif.
Artikel ini akan mengulas bagaimana cara menjadikan hidup kita lebih produktif dengan cara menerapkan manajemen waktu ala Rasulullah. Baca sampai selesai yuk! Agar kita mampu meningkatkan produktivitas dan meraih keberkahan dari setiap detik waktu yang dilalui.
Pandangan Islam Tentang Pentingnya Manajemen Waktu
Waktu merupakan amanah dari Allah bagi setiap insan yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Allah SWT memberikan waktu yang sama yakni 24 jam dalam satu hari kepada kita semua. Namun, yang berbeda di sini adalah penggunaan dan pemanfaatan waktu tersebut, ada yang produktif dan ada juga yang membiarkannya berlalu begitu saja.
Islam melalui dalil dalam Al Quran dan Hadits Nabi SAW memiliki perhatian yang besar terhadap waktu dalam berbagai sisi dan bermacam-macam gambaran. Dalam Al Quran, Allah SWT bersumpah dengan waktu-waktu tertentu dalam beberapa surat diantaranya al-Lail (waktu malam), an-Nahar (waktu siang), al-Fajr (waktu fajar), adh-Dhuha (waktu Dhuha), al-‘Ashr (masa).
Mengutip dari Republika, ketika Allah SWT bersumpah dengan sesuatu dari makhluk-Nya, maka hal itu menunjukkan urgensi dan keagungan hal tersebut. Dan agar manusia mengalihkan perhatian mereka kepadanya sekaligus mengingatkan akan manfaatnya yang besar.
Kemudian, dalam beberapa riwayat hadits Rasulullah SAW pun telah mengabarkan bahwasanya waktu adalah salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah kepada hamba-Nya yang harus disyukuri. Jika tidak, nikmat tersebut akan diangkat dan pergi meninggalkan pemiliknya.
Dengan demikian, manajemen waktu menjadi aspek yang amat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ia merupakan sebuah cara pengelolaan waktu agar waktu yang Allah berikan digunakan secara produktif dan bermanfaat agar setiap detik waktu yang dilalui mendatangkan keberkahan.
Di samping itu, pengelolaan waktu yang baik juga merupakan manifestasi dari syukur nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita selaku hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya: waktu luang dan kesehatan.” (HR Bukhari).\
Manajemen Waktu Ala Rasulullah
Rasulullah SAW merupakan sosok teladan yang dapat kita jadikan sebagai contoh dan acuan dalam mengelola waktu agar setiap detik yang kita lalui mendatangkan keberkahan. Berikut adalah manajemen waktu ala Rasulullah yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Bangun Pagi Sebelum Subuh
Bangun pagi sebelum datangnya waktu subuh merupakan salah satu cara pengelolaan waktu terbaik yang dapat kita coba terapkan. Rasulullah SAW terbiasa bangun sebelum datangnya waktu subuh kemudian mendirikan shalat malam dan memperbanyak dzikir pada waktu tersebut.
Di samping itu, bangun di waktu pagi sebelum datangnya subuh disebutkan dapat menjadikan hati terasa lebih tenang dan fisik kita lebih bertenaga. Rasulullah SAW dalam salah satu riwayat hadits mendoakan umatnya agar diberkahi pada waktu subuh sebagaimana sabda beliau: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” HR. Abu Dawud
2. Mengawali hari dengan ibadah dan doa
Setelah melaksanakan shalat subuh, kita semua dianjurkan agar menghindari tidur pada waktu tersebut. Rasulullah memberikan contoh kepada kita dalam mengisi waktu setelah shalat subuh dengan memperbanyak dzikir dan doa.
Di samping itu, kita juga dapat mengisi waktu setelah shalat subuh dengan tilawah Al Quran. Beberapa amalan tersebut dapat menjadikan hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih sebelum memulai aktivitas pada hari tersebut.
3. Bagi waktu secara proporsional
Pembagian proporsi waktu menjadi aspek penting dalam manajemen waktu. Proporsi waktu yang tepat dapat menghindarkan kita dari jebakan kesibukan dan jadwal padat. Dalam hal ini, Rasulullah SAW membagi proporsi waktu dalam berbagai aspek kehidupan dengan cara yang adil dan bijak.
Mulai dari waktu untuk Allah (ibadah, tafakur), waktu untuk keluagra, waktu untuk umat dan pekerjaan, hingga waktu istirahat semuanya dijalankan dengan seimbang, tidak berlebihan dan tidak lalai. Hal ini merupakan manifestasi dari prinsip wasathiyah (keseimbangan) dalam islam.
4. Fokus dan disiplin saat bekerja
Rasulullah sangat disiplin dan fokus dalam menjalankan tugas. Beliau tidak menunda pekerjaan dan selalu menyelesaikan sesuatu dengan tuntas. Dalam hadits disebutkan bahwa Allah SWT mencintai seseorang yang menyelesaikan pekerjaannya. Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang jika bekerja, ia menyempurnakannya.” HR. Baihaqi
5. Mengatur jam istirahat
Istirahat menjadi salah satu kunci keberhasilan kita dalam mengelola waktu. Rasulullah SAW senantiasa menyegerakan istirahat di waktu malam dan bersegera juga untuk bangun di waktu pagi. Kemudian, disaat beraktivitas beliau juga tetap menyempatkan qailulah atau tidur siang sejenak, hal ini dapat menjadikan tubuh kembali segar dan siap beraktivitas secara optimal.
6. Manfaatkan waktu sebaik mungkin
Rasulullah SAW senantiasa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, beliau membagi waktu secara proporsional dan mengatur istirahat dengan baik. Selama 24 jam dalam sehari, tidak ada waktu beliau yang terbuang sia-sia. Begitupun ketika beliau tidak sedang berbicara atau bekerja, maka beliau akan memilih berdiam dalam keheningan, merenung, atau berdzikir.
Kiat-kiat Disiplin dalam Mengelola Waktu
Menjalankan pola manajemen waktu dengan baik merupakan sebuah proses yang panjang dan bukan sesuatu yang instan. Artinya, hal ini tidak kita lakukan hanya dalam satu dua hari saja, melainkan sepanjag hayat kita sehingga perlu melakukan semuanya secara konsisten atau istiqamah. Berikut adalah beberapa kita mengelola waktu yang dapat sahabat lakukan agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
1. Menyadari betapa pentingnya waktu
Dengan menyadari betapa pentingnya waktu, maka seseorang akan lebih menghargai waktu yang ia miliki agar tidak menyia-nyiakannya.
2. Menjadikan waktu salat sebagai poros
Lima waktu yang Allah tetapkan untuk salat merupakan pondasi waktu bagi setiap muslim. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
3. Membuat skala prioritas
Skala prioritas merupakan hal yang penting dalam memanajemen waktu. Dengan mengurutkan hal yang paling penting dan mendesak untuk dikerjakan hingga hal yang tidak begitu mendesak. Hal itu memudahkan dalam menjalani pekerjaan dengan baik.
4. Membuat jadwal atau perencanaan
Menulis perencanaan hal apa saja yang harus dikerjakan dalam sehari, akan memudahkan seseorang dalam menghabiskan waktunya dalam kebaikan.
5. Eksekusi
Saatnya melakukan hal-hal produktif dan tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan belajar, bekerja, memberikan manfaat bagi sesama, dan melakukan aktivitas sehari-hari yang bernilai ibadah.
Sahabat itulah beberapa penjelasan mengenai manajemen waktu ala Rasulullah dan kiat-kiat dalam melaksanakannya. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih baik dalam mengelola setiap detik waktu yang kita lalui. Aamiin











