Bertani dan Bercocok Tanam, Ini Pahalanya

You are currently viewing Bertani dan Bercocok Tanam, Ini Pahalanya

Keutamaan Bertani – Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya berada di dalam bidang pertanian atau bercocok tanam. Hal itu didukung dengan kesuburan tanah yang dimiliki oleh Indonesia.

Islam sendiri sangat menghormati orang yang berprofesi sebagai petani. Hal itu dikarenakan bertani dan bercocok tanam memiliki banyak manfaat bagi siapa saja yang memakan atau menggunakan hasilnya.

Dalam sabda Nabi Muhammad SAW, hasil dari bercocok tanam yang dimakan atau dimanfaatkan oleh manusia maupun hewan bernilai sedekah bagi orang yang bercocok tanam.

Dari Jabir bin Abdullah RA, Nabi Muhammad SAW menemui Ummu Mubasyir Al Anshariyah di kebun kurma miliknya. Lantas Nabi Muhammad SAW bersabda kepadanya, “Siapakah yang menanam pohon kurma ini? Apakah ia seorang Muslim atau kafir? Ummu Mubasyir Al Anshariyah menjawab, “Seorang Muslim.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman (bercocok tanam) lalu tanaman tersebut dimakan oleh manusia, binatang melata atau sesuatu yang lain kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya.” (HR Muslim)

Hadits diatas menunjukan betapa islam sangat menghormati profesi petani yang memiliki kegiatan bercocok tanam atau berkebun. Petani merupakan sebuah pekerjaan yang mulia, salah satu keutamaan bertani ialah bernilai sedekah bagi pelakunya. Selain itu bertani juga memiliki memiliki peran dalam melestarikan alam serta merawat kehidupan.

Selanjutnya, melalui hadits diatas menunjukan bahwa menjadi petani merupakan profesi yang dapat memberikan manfaat, baik kepada sesama manusia, binatang melata ataupun hewan. Sebab, sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Meskipun bertani merupakan sebuah profesi yang mulia, namun tidak sedikit dari para petani yang jauh dari kata sejahtera. Hal itu dikarenakan beberapa faktor mulai dari kondisi alam, harga pasar yang relatif rendah, mahalnya ongkos pertanian dari mulai masa tanam hingga masa panen serta hasil yang kurang menjanjikan.

Hal-hal diatas menjadikan sebagian para petani menjual lahan pertaniannya ataupun meninggalkan profesinya dan beralih ke profesi lainnya yang lebih menjanjikan. Disamping itu ada juga para petani yang mencoba terus mempertahankan profesinya tersebut dengan segala keterbatasan yang ada.

Sejahterakan Petani Dengan Wakaf Pertanian

Bertani merupakan profesi yang mulia dan memiliki manfaat bagi keseimbangan alam. Namun, tidak sedikit dari para petani yang berada dalam kondisi sulit atau jauh dari kesejahteraan yang dijanjikan oleh sektor ini.

Yuk bantu sejahterakan para petani melalui program Wakaf Pertanian Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.  Program Wakaf Pertanian ini ditujukan untuk pemberdayaan kaum dhuafa sehingga kedepannya dapat mewujudkan petani sejahtera dan petani berdaya. Pada program ini para petani diberi kesempatan untuk mengelola lahan wakaf pertanian dengan sistim bagi hasil, selain itu pelaksanaan  pertanian ini juga diawasi langsung oleh tenaga ahli pertanian.

Adapun hasil dari lahan pertanian tersebut, akan disalurkan untuk kebutuhan para yatim dhuafa’ binaan Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur yang tersebar diberbagai daerah binaan.

Yuk menjadi bagian dari kesejahteraan para petani dan anak-anak Yatim Dhuafa dengan menunaikan wakaf pertanian di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur.

Tunaikan segera wakaf pertanianmu mulai dari Rp. 250.000/ meter dengan meng-klik link wakaf ini.

Share on Whatsapp

Leave a Reply