Perintah untuk menyembelih hewan qurban pada hari raya Idul Adha terdapat dalam beberapa ayat Al Quran dan hadits Nabi SAW. Tentunya pada setiap dalil yang berkaitan dengan ibadah qurban terdapat maknanya tersendiri, baik dari hikmah pelaksanaannya maupun kebermanfaatannya.
Salah satu ayat yang menjelaskan tentang ibadah qurban adalah QS. Al-Hajj ayat 34 yang didalamnya terdapat makna bahwa berqurban merupakan salah satu wujud kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Di samping itu, terdapat beberapa ayat serta hadits lain berkaitan dengan anjuran berqurban yang memiliki maknanya masing-masing.
Selengkapnya, penjelasan makna dari dalil ayat serta hadits qurban dapat sahabat baca dalam artikel ini. Baca sampai selesai yuk!
Dalil Qurban dalam Al Quran dan Hadits Nabi SAW
Berikut adalah beberapa dalil perintah untuk berqurban dalam beberapa ayat Al Quran dan hadits Nabi SAW.
1. Bentuk Kecintaan Kepada Allah SWT
Ibadah qurban sering dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim AS beserta putranya yakni Nabi Ismail AS, sebagai seorang ayah Nabi Ibrahim SAW mendapati perintah untuk menyembelih anak semata wayangnya, tentunya perintah itu cukup berat. Namun, dengan keteguhan dan kecintaannya kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim AS tetap beritikad untuk memenuhi perintah tersebut. Adapun kisah tersebut terdapat dalam QS. Ash-Shaffat ayat 102, Allah SWT berfirman:
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. As-Saffat: 102)
2. Wujud Kepatuhan dan Ketaatan Seorang Hamba Kepada Allah
Qurban merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT, yang mana tujuan dari qurban sendiri adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa mengingat serta mengagungkan Namanya. Allah SWT berfirman:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya…” (QS. Al-Hajj: 34)
Berdasarkan ayat di atas, dengan berqurban seseorang telah menumpahkan darah binatang untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridho-Nya. Kemudian, melalui penyembelihan hewan qurban kita dapat mengambil hikmah bahwa orang-orang beriman dilarang mengagungkan nama apa pun selain nama Allah SWT.
3. Meraih Ketakwaan yang Paripurna
Sahabat mungkin pernah mendengar penjelasannya bahwa yang menjadi inti dalam berqurban bukanlah hewan maupun darahnya, melainkan ketakwaan. Hal itu dikarenakan dalam pelaksanaan ibadah ini ada beberapa hal yang kita lawan diantaranya rasa cinta terhadap harta dan sifat kikir, sehingga dengan berqurban kita lebih mengedepankan perintah-Nya serta kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (QS. Al-Hajj: 37)
Kemudian, penyembelihan hewan qurban juga menjadi salah satu bentuk syukur seorang hamba atas segala nikmatnya. Dalam QS Al Kautsar ayat 2 disebutkan bahwa perintah berqurban beriringan setelah perintah shalat, hal ini menjadi salah satu tanda bahwa ibadah tersebut merupakan ibadah yang harus kita upayakan karena dengan melaksanakannya berarti kita telah menjalankan ketakwaan yang sebenar-benarnya. Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS. Al-Kautsar: 2)
4. Peduli Terhadap yang Membutuhkan
Berikutnya, menyembelih kambing atau sapi di hari raya Idul Adha juga menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Di mana, daging dari hasil sembelihan tersebut akan dibagikan kepada yang berhak. Allah SWT berfirman:
“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj ayat 28)
5. Hadits Tentang Qurban
Salah satu yang utama dalam proses penyembelihan hewan qurban adalah memilih hewan terbaik yang gemuk dan dagingnya banyak. Hal itu sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang memilih kambing gemuk dan bertanduk, sebagaimana disebutkan dalam hadits Riwayat Bukhori sebagai berikut:
“Nabi Muhammad Saw berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw membaca basmalah, takbir, dan menyembelih dengan tangannya sendiri. (HR Bukhari)
Memaknai Dalil Qurban
1. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah Taala
Salah satu kandungan penting dalam pelaksanaan ibadah qurban pada hari raya Idul Adha adalah ketakwaan kepada Allah. Dalam hal ini, salah satu bentuk ketakwaan kita ialah memutus sifat-sifat hewani yang ada dalam diri seperti kikir, serakah, cinta dunia, dan dengki terhadap sesama.
Jika kita memaknai pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang begitu besar, hal itu tentu dapat meningkatkan semangat dalam beribadah serta ikhlas dalam mengerjakannya, semata-mata hanya mengharap keridhoan-Nya.
2. Meningkatkan Kesabaran
Sahabat, apakah kita bisa membayangkan betapa besarnya kesabaran Nabi Ibrhaim AS saat menerima perintah dari Allah untuk menyembelih anak semata wayangnya yakni Nabi Ismail AS? Kemudian, apakah kita juga kita bisa membayangkan betapa besarnya kesabaran Ismail AS yang dengan keteguhannya ia meyakinkan seorang ayah untuk melaksanakan perintah tersebut.
Melalui ibadah qurban yang kita laksanakan di hari raya Idul Adha, semoga kita semua dapat meningkatkan kesabaran kita. Baik sabar dalam menghadapi ujian dari-Nya maupun melaksanakan segala perintah-Nya.
3. Meningkatkan Rasa Cinta Kepada Sesama
Menyembelih hewan qurban pada hari raya tidak hanya sebatas bukti cinta seorang hamba kepada Allah SWT, melainkan aksi nyata untuk peduli terhadap sesama.
Penyembelihan hewan ternak yang hanya dilaksanakan pada hari raya Idul Adha ini tentunya menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan, yang mana pada hari itu mereka mendapatkan makanan yang lezat dan kaya akan protein dari pembagian daging qurban.
Sehingga mereka turut bergembira di hari raya yang sudah semestinya kegemberiaan tersebut dirasakan oleh semua. Artinya, dengan berqurban kita hanya mengejar manfaat untuk diri sendiri namun juga manfaat bagi orang-orang di sekitar.Sahabat, itulah ulasan mengenai dalil Al Quran dan Hadits Nabi Saw yang berkaitan dengan ibadah qurban. Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran rezeki sehingga dapat melaksanakan ibadah terbaik ini dengan sempurna. Cari tahu yuk harga hewan qurban tahun ini sebagai salah satu bentuk persiapanmu dalam berqurban di sini: Update Harga Hewan Qurban Indonesia Berbagi 2025












