Empat Waktu Terbaik Untuk Sedekah Sesuai dengan Anjuran Rasulullah

You are currently viewing Empat Waktu Terbaik Untuk Sedekah Sesuai dengan Anjuran Rasulullah

Sedekah pada dasarnya dapat dilakukan kapanpun tanpa ada ketentuan waktu, namun ada beberapa waktu terbaik yang dapat dijadikan kesempatan untuk menunaikan sedekah. Kira-kira kapan saja? Yuk simak jawabannya dalam artikel ini secara lengkap.


Indonesiaberbagi.id – Sedekah bukanlah istilah yang asing bagi kita sebagai umat Islam. Ia merupakan amal shaleh yang dianjurkan kepada umat Islam sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah SWT dan juga kecintaannya terhadap sesama.

Dari sisi pengertiannya, sedekah adalah pemberian sesuatu kepada orang lain atau orang yang sedang membutuhkan semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT. Dalam kata lain, sedekah adalah suatu pemberian yang diberikan seorang Muslim kepada orang lainsecara sukarela tanpa ditentukan jumlahnya.

Allah SWT berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Berdasarkan ayat diatas, kita dapat mengambil hikmah bahwa sedekah merupakan salah satu amalan yang amat penting untuk kita kerjakan. Disebutkan bahwa akan ada golongan orang yang menyesal di akhirat kelak karena ia jarang atau tidak melakukan sedekah.

Waktu Terbaik untuk Menunaikan Sedekah

Waktu Terbaik untuk Sedekah

Pada dasarnya sedekah merupakan amalan yang tidak memiliki batasan waktu, artinya seorang Muslim bisa melakukannya kapanpun.

Namun, ada beberapa waktu yang disebutkan sebagai waktu terbaik untuk menunaikan sedekah. Jika ada orang yang dengan sengaja melakukan sedekah pada waktu tersebut, maka sedekahnya lebih bernilai.

Seorang sahabat datang kepada Rasulullah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling afdhol?”

Maka beliau menjawab: “Kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah (pada saat di ujung nyawa seperti itu), harta memang untuk si Fulan (yakni akan diwarisinya). “ (Shahih Muslim, no: 1713)

Berikut adalah penjelasan mengnai waktu terbaik untuk menunaikan sedekah berdasarkan sabda Nabi diatas.

1. Sedekah dalam Kondisi Sehat

Dalam kondisi sehat, seseorang akan memiliki tenaga untuk melakukan banyak hal termasuk mengejar keuntungan duniawinya. Nah, dalam kondisi tersebut seseorang dianjurkan untuk menunaikan sedekah, yang mana momen tersebut merupakan waktu terbaik untuk sedekah.

Namun demikian, kondisi itu pada umumnya merupakan kondisi yang dialami oleh anak muda, disamping memiliki tubuh yang prima ia juga sangat berambisi untuk meraih cita-citanya di masa depan.

Rasulullah SAW mengingatkan agar kita semua jangan tertipu oleh dua hal dalam haditsnya berikut ini.

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari).

Dalam kondisi sehat, bugar dan masih memiliki tenaga yang prima, biasanya seseorang akan merasa sulit dan berat untuk mengeluarkan sebagian kecil dari hartanya untuk sedekah. Hal itu terjadi karena pada kondisi tersebut harta dan tenaganya akan dicurahkan untuk mengejar kesuksesan duniawi.

Adapun, bersedekah dalam kondisi tersebut sangat membutuhkan rasa ikhlas yang besar, ia harus tetap meluruskan niatnya karena Allah dan hanya mengharap imbalan dari-Nya.

2. Sedekah Saat Ingin Kaya Raya

Waktu terbaik untuk sedekah berikutnya ialah dalam kondisi sangat ingin kaya raya. Kondisi tersebut terkadang membuat seorang Muslim menjadi pelit atau kikir dalam membelanjakan hartanya karena sedang mengejar kekayaan agar mencapai targetnya.

Sedekah dalam kondisi ingin kaya menjadi bukti bahwa orang tersebut tidak ingin menikmati kekayaannya sendiri. Namun, ia memilih untuk berbagi dengan seama terutama orang yang lebih membutuhkan.

Untuk melakukan hal ini tentunya memerlukan keyakinan hati dan keikhlasan yang sangat dalam.

Saat mampu sedekah dalam kondisi ini, selain mendapatkan pahala sedekah ia juga akan menghindarkan dirinya dari sifat tamak dan serakah yang merupakan sifat tercela.

3. Sedekah Saat Khawatir Miskin

Waktu terbaik untuk sedekah berikutnya ialah ketika seseorang merasa sangat takit dan khwatir jatuh miskin. Hal ini mungkin didasari dengan berbagai kondisi seperti memiliki utang, kerugian bisnis atau bahkan baru saja mengalami PHK.

Tentunya mengeluarkan sebagian harta dalam kondisi tersebut sangatlah berat, perlu adanya keyakinan yang kuat untuk menunaikannya. Namun demikian, jika ia mampu menunaikannya dalam kondisi tersebut maka ia telah mewujudkan ketawakalannya kepada Allah dalam kondisi apapun.

Allah SWT berfirman:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

”(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,.” (QS Ali Imran : 134).

Dijadikannya kondisi takut miskin sebagai salah satu waktu terbaik sedekah juga memiliki makna lain, yaitu anjuran bgai kita untuk bersyukur dan melihat ke bawah betapa banyaknya orang kurang beruntung dibandingkan dengan kita.

4. Tidak dalam Kondisi Menjelang Kematian

Terakhir, waktu terbaik untuk menunaikan sedekah ialah tidak dalam keadaan menjelang kematian. Sebab, bisa jadi seseorang baru merasa terdorong untuk sedekah karena mengharapkan keselamatan di alam barzah.

Kita sendiri mungkin tidak tahu bahwa ketika kondisi mendekati kematian apakah kita masih ingat untuk memberikan sedekah atau tidak. Hal ini karena Rasulullah lebih menghargai anak muda dan sehat untuk bersedekah.

Baca Juga: Empat Keutamaan Sedekah Menurut Al-Quran dan Hadits

Selama ada kesempatan dan ada harta yang bisa disisihkan, manfaatkan situasi tersebut untuk memenuhi apa sedekah terbaikmu.

Sahabat, demikianlah empat waktu terbaik untuk sedekah yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus lebih aktif dan giat dalam melakukan amalan terbaik ini.

Share on Whatsapp

Leave a Reply