Keutamaan Sedekah, Dapat Menjadi Penghapus Dosa

You are currently viewing Keutamaan Sedekah, Dapat Menjadi Penghapus Dosa
(Foto: Unplash/madrasah-sunnah)

Indonesiaberbagi.id, Keutamaan Sedekah – Sebagai manusia tentunya kita tidak dapat terlepas dari dosa dan khilaf. Jika ditafakuri setiap hari, betapa banyaknya dosa yang telah kita perbuat baik yang disadari ataupun tidak, dan bahkan mungkin ada sebagian dosa yang kita perbuat dan hal tersebut dianggap sebagai hal biasa.

Namun demikian, Allah dengan sifat kasih sayang-Nya yang begitu luas senantiasa memberikan jalan pada kita untuk mendapatkan ampunan-Nya. Diantara banyaknya jalan untuk mendapat ampunan-Nya antara lain istighar dan bertaubat serta mengerjakan beberapa amal shaleh lain salah satunya ialah dengan menunaikan sedekah.

Perbuatan dosa dan khilaf pada dasarnya merupakan perbuatan buruk yang sejatinya harus dihindari oleh setiap muslim. Adapun jika tanpa sengaja ataupun secara sadar melakukan perbuatan dosa dan khilaf maka kita dianjurkan untuk menghapusnya dengan kebaikan.

Dalam ayat Al-Quran disebutkan bahwasannya perbuatan baik dapat menjadi penghapus perbuatan buruk. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ

Artinya: “Sesungguhnya, perbuatan baik menghapus perbuatan buruk.” (QS. Hud: 114).

Keutamaan Sedekah
Sedekah dapat menghapus dosa. (Foto: Unsplash/annie-spratt)

Sebagai salah satu perbuatan baik, sedekah merupakan salah satu amalan yang bisa kita kerjakan sebagai jalan untuk memperoleh ampunan-Nya. Disebutkan bahwa sedekah dapat menjadi penghapus dosa yang telah diperbuat sebagaimana air yang memadamkan api. Hal tersebut terdapat dalam sabda Nabi berikut ini.

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“ (HR. At-Tirmidzi)

Dilain sisi, sedekah merupakan salah satu amalan yang multi manfaat, yang mana keutamaan dan kebermanfaatan sedekah ini dapat dirasakan oleh penunainya maupun penerimanya. Dengan kebermanfaatan tersebut, sedekah dijadikan sebagai salah satu cara untuk membantu fakir miskin beserta anak yatim piatu.

Golongan yatim dan dhuafa merupakan golongan yang mendapatkan perhatian dari islam. Umat islam lain yang berkecukupan dianjurkan untuk saling membantu dan menolong dengan sesama agar mampu tumbuh dan bangkit bersama keluar dari zona kesulitan melalui sedekah yang ditunaikan.

Waktu Terbaik untuk Menunaikan Sedekah

Keutamaan Sedekah
Waktu terbaik untuk menunaikan sedekah. (Foto: Unsplash/madrasah-sunnah)

Selain memiliki keutamaan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh penunainya baik di dunia dan akhirat, keutamaan sedekah juga dapat diambil dari segi waktu pelaksanaannya, jika seorang muslim menyengaja untuk menunaikannya pada waktu-waktu tersebut, maka sedekahnya akan lebih berat dan bernilai.

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi laba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan, “untuk si Fulan sekian, dan untuk si Fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si Fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Dalam sabda Nabi diatas, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai waktu yang paling utama (terbaik) dalam menunaikan sedekah.

1. Sedekah dalam kondisi sehat

Dalam kondisi sehat, seorang manusia memiliki kemungkinan yang besar untuk melakukan berbagai hal mulai dari bekerja untuk mencari nafkah hingga melakukan perbuatan baik lainnya seperti sedekah.

Kondisi sehat pada umumnya merupakan kondisi yang harus disyukuri, dan salah satu bentuk syukur terbaik ialah dengan menunaikan sedekah memberikan sebagian harta yang dimiliki pada orang lain yang membutuhkan.

2. Dalam keadaan sangat ingin kaya raya

Memiliki keinginan menjadi kaya raya pada dasarnya perkara yang baik, sebab dengan menjadi kaya kemungkinan untuk melakukan kebaikan dalam skala yang besar dapat terjadi.

Memiliki keinginan tersebut juga mendorong seseorang untuk lebih produktif dan semangat dalam bekerja. Namun demikian, terkadang keinginan menjadi kaya ada karena dorongan hawa nafsu semata.

Dengan menunaikan sedekah saat memiliki keinginan tersebut, setidaknya kita dapat mengambil banyak hikmah salah satunya ialah menyadari bahwa memiliki harta yang banyak tak menjamin kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Maka selagi masih ada rezeki.

Sebab itu, sedekah menjadi salah satu solusi yang sejatinya dikerjakan saat diri memiliki keinginan untuk menjadi kaya raya.

3. Keadaan sangat khawatir menjadi miskin

Saat merasa khawatir jatuh miskin, saat itulah waktu terbaik untuk melakukan sedekah. Disebutkan bahwa anjuran sedekah dapat dilaksakan baik dalam kondisi lapang ataupun sempit.

4. Tidak dalam keadaan menjelang kematian

Waktu utama dalam bersedekah ialah saat kondisi sehat dan tidak menjelang kematian. Artinya, sebisa mungkin kita memanfaatkan waktu yang banyak ini untuk melakukan berbagai kebaikan salah satunya ialah menunaikan sedekah.

Saat memiliki kesempatan ataupun keinginan untuk melakukan sedekah, maka bersegera dalam menunaikannya akan jauh lebih baik daripada menunda-nunda hingga menjelang kematian.

Semoga kita semua tergolong dalam orang yang ahli sedekah dan mampu memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk mengerjakan kebaikan.

Tunaikan sedekah sekarang bersama Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur melalui platform Indonesia Berbagi dengan mengakses situs ini https://indonesiaberbagi.id/donasi/.

Share on Whatsapp

Leave a Reply