Sedekah merupakan ibadah yang cukup mudah untuk dikerjakan, baik dalam bentuk uang, makanan, bahkan sesederhana senyuman. Adapun sedekah paling utama diberikan kepada keluarga atau kerabat dekat, tetangga, serta orang yang membutuhkan lainnya..
Bersedekah kepada keluarga dalam Hadits Riwayat An-Nasai dan At-Tirmidzi disebut sebagai sedekah yang memiliki dua pahala yakni pahala sedekah dan pahala silaturahmi. Adapun pemberian bantuan kepada fakir miskin dalam hadits itu disebutkan hanya memiliki pahala amalan itu saja.
Pada dasarnya, nilai utama dari bersedekah adalah keikhlasan dan kebermanfaatannya. Namun, terkadang diantara kita masih ada yang bingung dan bertanya siapa penerimanya yang paling utama. Simak yuk penjelasannya secara lengkap di bawah ini.
Penerima Sedekah yang Paling Utama
Berdasarkan beberapa hadits Nabi SAW sedekah yang paling utama adalah bantuan atau pemberian sukarela yang diberikan kepada keluarga atau orang yang dekat secara kekerabatan. Kemudian, pemberian bantuan yang paling utama juga dapat diberikan kepada tetangga terdekat, fakir miskin, hingga orang yang sangat membutuhkan misalnya orang sakit atau korban bencana. Berikut adalah penjelasannya secara lengkap.
Sedekah Kepada Keluarga Terdekat
Islam menganjurkan umatnya untuk mempererat tali persaudaraan dan sangat melarang untuk memutuskannya. Kemudian, sedekah merupakan salah satu amalan yang dipercaya dapat mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan kebersamaan serta memangkas jarak ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin.
Dalam menunaikannya, kita harus memperhatikan terlebih dahulu orang yang berada di sekitar kita. Apakah mereka membutuhkan bantuan kita atau apakah mereka sudah berkecukupan, tentunya jika membutuhkan maka alangkah baiknya sedekah kita diberikan kepadanya.
Sedekah yang paling utama dalam hal ialah kepada keluarga atau kerabat dekat. Sebelum kita memberi kepada orang yang lebih jauh, keluarga dan kerabat tetap harus diprioritaskan terlebih dahulu, apalagi ketika mereka sedang berada dalam kondisi sulit seperti sakit atau menjadi korban bencana alam.
Terdapat sejumlah hadits yang menerangkan sedekah yang paling utama adalah kepada keluarga sebagai berikut:
Hadits Riwayat An-Nasai dan At-Tirmidzi
Dalam hadits ini disebutkan bahwa pahala membantu kepada keluarga atau kerabat dua kali lipat lebih besar dari pahala mmebantu fakir miskin. Dari Salman bin Amir RA, dari Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah kepada orang miskin (bernilai) satu sedekah. Tetapi sedekah kepada kerabat (bernilai) dua sedekah, pertama pahala sedekah, kedua pahala (jaga) silaturahmi.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi).
Hadits dari Abu Hurairah Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud
Dalam hadits ini disebutkan bahwa pemberian yang paling utama ialah kepada orang yang sedikit hartanya (fakir dan miskin) terutama mereka yang termasuk ke dalam tanggung jawab kita dalam hal ini keluarga atau kerabat dekat.
“Dari Abu Hurairah RA, ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?’ Rasulullah kemudian menjawab, ‘Sedekah orang sedikit harta. Utamakanlah orang menjadi tanggung jawabmu.'” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Hadits Riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah
Dalam hadits ini dijelaskan tentang perintah untuk bersedekah beserta urutannya mulai dari diri sendiri, anak, istri hingga kepada orang lain yang membutuhkan. Hal tersebut menunjukan bahwa hendaknya seseorang untuk mendahulukan nafkah untuk anggota keluarganya yang memang wajib dinafkahi sebelum ia menunaikan sedekah kepada yang lainnya.
Adapun nafkah yang diberikan terhadap keluarga sifatnya wajib dan disebutkan senilai dengan sedekah. Orang yang memberikan nafkah untuk keluarganya akan mendapatkan pahala Ketika ia meniatkan pemberiannya dengan niat ibadah.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk bersedekah. Kemudian seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki uang satu dinar.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Sedekahkan kepada dirimu.’ Ia berkata, ‘Aku memiliki yang lain.’ Beliau bersabda, ‘Sedekahkan kepada anakmu.’ Ia berkata, ‘Aku memiliki yang lain.’ Beliau bersabda, ‘Sedekahkan kepada istrimu.’ Ia berkata, ‘Aku memiliki yang lain.’ Beliau bersabda, ‘Sedekahkan kepada pembantumu.’ Ia berkata, ‘Aku memiliki yang lain.’ Beliau bersabda, ‘Engkau lebih tahu.’” (HR. Abu Dawud)
Tetangga Terdekat
Tetangga merupakan orang terdekat kita setelah keluarga, dalam kondisi sulit terkadang merekalah yang seringnya membantu kita. Islam menganjurkan umatnya agar berbuat baik kepada tetangga dan membuatnya nyaman.
Berkaitan dengan sedekah, tetangga terdekat menjadi prioritas kedua setelah keluarga, terutama tetangga yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan kita seperti janda, lansia, anak yatim piatu atau yang lainnya. Perintah untuk berbuat baik kepada tetangga sendiri tertuang dalam firman Allah Ta’ala dalam QS. An-Nisa ayat 36 sebagai berikut:
“… Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS An-Nisa ayat 36)
Kemudian, Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan kepada umat islam agar memperbanyak kuahnya ketika memasak sop agar dapat dibagikan kepada tetangganya. Dalam hadits Riwayat muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar. “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak sup, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)
Dalam hadits riwayat lain, Rasulullah juga menganjurkan agar memberi sedekah atau hadiah kepada tetangga yang paling dekat terlebih dahulu.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu: “Aku berkata, wahai Rasulullah, aku punya dua tetangga, kepada siapakah aku memberikan hadiah?” Beliau (Rasuullah SAW) bersabda: “Yaitu kepada (tetangga) yang paling dekat pintu rumahnya darimu.” (HR al-Bukhari)
Selain menganjurkan bersedekah, Rasulullah juga menganjurkan agar melindungi an membuat tetangga kita merasa aman dan nyaman dengan keberadaan kita. Sehingga ketika tetangga membutuhkan bantuan , kita wajib menolongnya dengan cara-cara yang baik. Rasulullah SAW bersabda: “Dia tidak akan masuk surga yang tetangganya tidak aman dari perbuatannya yang zalim.” (HR. Muslim)
Sedekah Kepada Fakir Miskin
Jika kebutuhan keluarga dan orang terdekat telah tercukupi, kita semua dianjurkan untuk bersedekah kepada fakir miskin atau siapa pun yang membutuhkan.
Cara untuk bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan dapat sahabat lakukan melalui perantara Lembaga penyalur. Misalnya lembaga amal atau lembaga sosial yang memiliki fokus untuk membantu fakir miskin.
Korban Bencana
Membantu korban bencana dengan kemampuan yang kita miliki termasuk sedekah yang paling utama. Dalam hal ini, korban bencana besar kehilangan hal-hal dasar atau kebutuhan tama untuk kehidupan mereka seperti kehilangan tempat tinggal, pakaian, makanan, hingga pekerjaan.
Kondisi tersebut tentunya terasa sangat sulit dan cukup memilukan bagi mereka sehingga membantu mereka adalah sedekah yang paling utama. Dalam hal ini, sahabat dapat menunaikannya sesuai kemampuan diri sendiri serta mengajak saudara atau kerabat dekat untuk membangu mereka secara kolektif sehingga dapat menghadirkan bantuan lebih untuk para korban bencana.
Sahabat, itulah ulasan mengenai sedekah yang paling utama diberikan kepada siapa, semoga mampu menjawab pertanyaan dari sahabat selama ini. Selain untuk membantu kebutuhan orang yang membutuhkan, sedekah juga dapat sahabat salurkan untuk berbagai program salah satunya pendidikan.
Pendidikan sendiri merupakan salah satu jembatan yang dapat mengubah kondisi sosial seseorang, sehingga akses pendidikan harus dapat diakses secara merata termasuk oleh anak-anak yatim dan dhuafa. Mari bantu biaya pendidikan yatim dan dhuafa serta menjadi bagian dari kesuksesan mereka melalui sedekah terbaik sahabat di sini: Sedekah Beasiswa Yatim
Referensi:
Muslim.or.id. Hadis: Sedekah Apakah yang Paling Utama. Diakses 3 Januari 2024 dari https://muslim.or.id/88986-sedekah-apakah-yang-paling-utama.html.
Nu Online. Mana Utama Sdekah kepada Saudara Sendiri atau Orang lain. Diakses pada 2 Januari 2024 dari https://www.nu.or.id/bahtsul-masail/mana-utama-sedekah-kepada-saudara-sendiri-atau-orang-lain-2fj3u.
Pondok Pesantren UII. Kepada Siapa Sedekah Lebih Diutamakan. Diakses pada 2 Januari 2024 dari https://pesantren.uii.ac.id/kepada-siapa-sedekah-lebih-diutamakan.
Kumparan. Urutan Penerima Sedekah yang Paling Utama Sesuai Sunnah Rasulullah. Diakses pada 2 Januari 2024 dari https://kumparan.com/berita-hari-ini/urutan-penerima-sedekah-yang-paling-utama-sesuai-sunnah-rasulullah-1zCxKgB6EoH.











