Zakat Penghasilan, Ini syarat dan nisabnya

You are currently viewing Zakat Penghasilan, Ini syarat dan nisabnya

Zakat Penghasilan – Zakat menjadi salah satu pilar dari agama islam. Perintah zakat di dalam Al-Qur’an kerap kali disandingkan degan perintah shalat. Zakat selain memiliki makna tumbuh dan berkembang juga memiliki makna menyucikan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam QS Ash-Syams ayat 9  (beruntunglah orang-orang yang  menyucikan jiwa).

Zakat termasuk rukun islam yang ke empat setelah shalat, oleh karena itu seluruh umat islam yang mampu wajib mengeluarkannya. Adapun salah satu zakat yang wajib dikeluarkan adalah zakat penghasilan.

Zakat penghasilan ialah zakat yang termasuk ke dalam bagian zakat mal yang hukumnya wajib dikeluarkan  oleh umat islam yang mampu dan memenuhi sarat. Zakat ini dikeluarkan berdasarkan pendapatan yang diperoleh seseorang. Berdasarkan pengertian diatas, maka setiap orang yang memiliki pekerjaan wajib untuk mengeluarkan zakat ini.

Syarat Sah Mengeluarkan Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan

Harta Dikuasi Penuh

Harta yang akan dizakatkan adalah harta yang dimiliki dan dikuasai penuh oleh pemilikinya. Maksudnya ialah bahwa harta atau penghasilan yang dimiliki adalah benar-benar milik sendiri bukan milik bersama atau kelompok.

Hartanya Melebihi Kebutuhan Pokok

Maksudnya adalah penghasilan atau harta yang hendak dikeluarkan telah memenuhi kebutuhan pokok. Adapan jika penghasilan yang didapatkan kurang atau hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja maka tidak wajib untuk mengeluarkannya.

Mencapai Nisab

Syarat selanjutnya ialah harta atau penghasilan yang ada telah mencapai nisab. Adapun nisab zakat penghasilan disamakan dengan nisab zakat emas yakni 85 gram. Misalkan harga emas adalah Rp 800.000 / gram maka dalam setahun nisab zakatnya ialah sebesar  Rp. 68.000.000.  Misalkan penghasilan Bapak Fulan adalah sebesar Rp. 8.000.000,-/ bulan, atau Rp. 96.000.000,- dalam satu tahun. Artinya Bapak Fulan telah mencapai nisab zakat dan wajib mengeluarkan zakat.

Bebas dari Hutang

Syarat yang terakhir ialah harta yang dimiliki sudah terbebas dari hutang. Harta yang didapatkan haruslah bebas dari hutang, jadi bayarkan terlebih dahulu hutang kemudian hitung dan bayar zakat penghasilannya.

Menghitung Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan

Para ulama sepakat bahwa besaran zakat penghasilan ialah sebesar 2.5%  dari total pendapatan yang didapatkan. Namun para ulama masih berbeda pendapat mengenai apakah perhitungannya langsung dari penghasilan kotor atau dikurangi terlebih dahulu dengan kebutuhan pokok.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa perhitungan zakat ini dihitung langsung dari kotornya. Misalkan penghasilan kita adalah Rp. 8.000.000,- setiap bulannya atau Rp. 96.000.000,- selama satu tahun. Maka cara penghitung zakat profesinya adalah Rp. 96.000.000,- x 2.5% sehingga kewajiban zakatnya ialah Rp 2.400.000,-/ tahun.

Adapun untuk pembayaran zakat ini bisa dilakukan setiap bulan ataupun diakumulasikan selama satu tahun. Agar zakat terasa mudah ringan baiknya zakat ditunaikan setiap satu bulan sekali setelah menerima penghasilan atau gaji, misalkan gaji Bapak Fulan Rp. 8.000.000,- perbulan maka zakat profesinya adalah Rp. 200.000 perbulan.

Sahabat, perlu diingat bahwa salah satu syarat sah zakat penghasilan ialah terbebas dari hutang. Oleh karena itu, jika sahabat masih memiliki hutang harus dibayar terlebih dahulu. Jika sisanya masih masuk kategori nisab zakat maka diwajibkan untuk membayar zakat profesi.

Orang yang berhak menerima zakat profesi atau penghasilan juga sama halnya dengan zakat lainnya yakni orang-orang membutuhkan atau 8 asnaf yang telah disebutkan sebagai mustahiq zakat.

Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur membantu memudahkan sahabat semua yang ingin menunaikan zakat agar tidak salah sasaran dan zakat yang dikeluarkan lebih bermanfaat. Setiap muslim yang penghasilannya telah mencapai nisab ia wajib menyisihkan harta atau penghasilannya 2,5% untuk dizakatkan. Mari Tunaikan zakat mu segera di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin melalui link zakat berikut.

http://indonesiaberbagi.id/program/zakat

Share on Whatsapp

Leave a Reply