5 Cara Agar Istiqamah di Jalan Allah

You are currently viewing 5 Cara Agar Istiqamah di Jalan Allah

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar istiqamah di Jalan Allah sehingga hidup kita menjadi lebih baik dan selalu berada dalam kebaikan yang diridhoi-Nya.


Indonesiaberbagi.id – Istiqamah dalam Islam memiliki peranan yang sangat penting. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah menjawab pertanyaan dari salah seorang sahabat yang isi jawabannya tersebut tentang seruan untuk beriman kepada Allah dan kemudian beristiqamah di jalan-Nya.

Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR Muslim).

Namun demikian, saat hendak beristiqamah di jalan Allah, kita semua akan dihadapkan dengan tantangan dan berbagai hambatan yang harus dilalui. Akan tetapi, disamping hal itu kita juga perlu meyakini bahwa Allah akan selalu membersamai hamba-Nya yang senantiasa berusaha agar selalu istiqamah di jalan-Nua.

Cara Agar Istiqomah dalam Ibadah di Jalan Allah

Cara Istiqamah di jalan Allahh

Dalam istilah sehari-hari, istiamah sering kita ucapkan  bahkan menjadi bagian dari doa yang selalu kita panjatkan. Namun demikian, istiamah bukanlah hal yang mudah, untuk meraihnya kita semua akan dihadapkan dengan tantangan, hambatan, hingga godaan yang berat.

Meskipun berat, namun setidaknya iktiar kita senantiasa mengarah pada keistiqamahan walaupun ada berbagai tantangan dan ujian yang pasti datang serta menghadang. Berikut adalah cara agar kita istiqamah di jalan Allah yang bisa dilakukan.

1. Luruskan Niat dan Tujuan

Cara pertama yang dapat kamu lakukan agar istiqamah di jalan Allah ialah dengan meluruskan niat dan tujuan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa niat adalah pilar utama dalam ibadah.

Seseorang bisa dinilai kebaikannya meskipun masih dalam niat, sedangkan niat buruk tidak akan Allah hitung selagi belum terlaksana.

Niat menjadi penentu kemana dan untuk apa sebenarnya ibadah yang kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR Bukhari dan Muslim)

2. Memaknai Kalimat Syahadat

Syahadat merupakan rukun islam yang pertama dan menjadi kunci dari keislaman seseorang. Kalimat syahadat juga dapat dimaknai sebagai ikrar penentu keimananan dan ketaqwaan kita kepada Allah.

Ia menjadi penentu muslim atau tidaknya kita. Jika melihat kembali kisah-kisah para sahabat terdahulu, mereka berani mati dan disiksa demi mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Misalnya Ammar bin Yasir, ia rela dicambuk dan disiksa fisiknya hingga ia meninggal dunia demi mempertahankan kalimat syahadat.

Syahadat juga menjadi dua kalimat yang dapat mengantarkan kita pada ketakwaan kepada Allah, hal itu terjadi jika kita sudah benar-benar memaknai kalimat ini. Bahkan, dengan kalimat ini kita bisa beristiqamah di jalan Allah hingga akhir hayat.

3. Dekat dengan Al-Quran

Mendekatkan diri dengan Al-Quran dengan cara membaca dan memahami isi Al-Quran dapa memberikan kita keteguhan dan motivasi untuk beribadah. Selain itu, membaca dan memahami Al-Quran juga membuat kita semakin yakin kepada kebenaran Islam, eksistensi Alalh, dan segala kebenaran di alam semesta.

Keteguhan hati akan terwujud bagi orang yang benar-benar memahami dan memaknai Al-Quran. Hal ini juga disampaikan dalam Al-Quran, surat An-Nahl: 102.

“Katakanlah: Jibril menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

4. Berkumpul dengan Orang-Orang yang Shalih

Siapa diri kita yang sebenarnya tergantung dengan siapa kita bergaul. Misalnya, jika kita berteman dengan seorang pandai besi, maka kita akan mendapati badan atau pakaian yang hangus terbakar atau mendapat bau yang kurang sedap. Kemudian, jika kita bergaul dengan penjual parfum, mungkin kita akan kedapatan baunya.

Berdasarkan hal itu, kita dapat memahami bahwa seseorang yang men jadi teman kita akan memberikan pengaruh terhadap diri kita. Tentunya dalam hal ini kita dianjurkan agar berteman dengan orang shaleh melalui berbagai majelis ilmu, pengajian, atau mencari lewat teman-teman yang baik di sekitar kita.

5. Berdoa dan Memohon Keteguhan Hati pada Allah

Doa merupakan senjata bagi kamu Muslimin, ia dapat mendekatkan apa yang jauh, memudahkan apa yang sulit, menguatkan apa yang lemah serta menjadikan mungkin segala hal yang mustahil. Untul itu, agar kita dapat beristiqamah di jalan Allah, maka kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah untuk memohon keteguhan hati.

Tentunya dalam kehidupan ini kita harus meyakini bahwa Allah lah yang membolak-balikan hati manusia. Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Untuk itu berdoa dan senantiasalah memohon kepada Allah SWT agar kita benar-benar bisa diberikan kekuatan untuk istiqomah di jalan-Nya.

Baca Juga: Lima Hal yang Dapat Jadikan Hidup Lebih Bermakna

Berikut adalah bacaan doa yang dipanjatkan sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

Selain itu, kita juga dapat memanjatkan doa agar selalu diberi ketenangan dan kemantapan saat menjalankan ibadah kepada-Nya.

Share on Whatsapp

Leave a Reply