Ternyata Ini, Kunci Sukses Berdagang ala Rasulullah SAW

You are currently viewing Ternyata Ini, Kunci Sukses Berdagang ala Rasulullah SAW
Nabi mencontohkan bagaimana supaya sukses berdagang.

Kunci Sukses Dagang Rasulullah merupakan contoh yang wajib kita tiru. Selain kita mengenalnya sebagai utusan Allah, dan juga seorang nabi Allah, tetapi beliau Muhammad SAW juga memiliki banyak profesi. Seperti pedagang, komandan, bahkan pemimpin.

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah hidupnya tentang bagaimana hal-hal ini bekerja sama? Dengan kata lain, Dia tidak hanya menjadi seorang nabi, tetapi dia benar-benar sukses sebagai pedagang, sebagai orang tua.

Bagaimana kita bisa belajar? Dia sebagai nabi, sebagai rasul. Tugas nabi dan rasul juga berdagang, mengurus istri, membesarkan anak, dan menangani banyak hal. Dia bahkan menjahit sendalnya sendiri, menyapu rumahnya sendiri.

Sukses Berdagang
Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi seorang utusan. tetapi benar-benar sukses sebagai pedagang

Nabi itu luar biasa. Dia adalah contoh yang sangat baik dari seorang pemimpin. Dan yang dilakukan rasul adalah uswa, misalnya uswatun hasanah.

Tidak ada uswa besar selain Rasulullah Alaihi Wassalam. Uswa ini adalah contoh terbesar. Jadi kita wajib mengikuti sebanyak mungkin. Jika kita mengikuti dengan sempurna seperti Rasulullah, itu tidak mungkin.

Kita bisa mengikuti adab dan akhlak Rasulullah. Tapi bentuk tubuhnya, itu tidak mungkin. Jadi bagaimana dia selalu mendidik teman-temannya.

Salah satu perdagangan Nabi yang paling indah, kita sering mendengar cerita tentang bagaimana Nabi berdagang ke Syam.

Berdagang ala Nabi
Salah satu kunci sukses dagang Nabi adalah kejujuran./Foto:akseleran

Dagangan Siti Khadijah dibawakannya, dan masyarakat sekitar menanyakan berapa harga dagangannya, ia menjawab ‘harga dari pemiliknya sekitar harga ini, jadi terserah bapak mau bayar berapa’. Ini luar biasa, dia bahkan mengatakan yang sebenarnya tentang harga sebenarnya.

Dan akhirnya, karena apa yang dia lakukan, dia mendapat untung besar. Dan saya mencobanya sekali. Ketika saya ke Kalimantan Selatan sebenarnya saya malu, saya berdakwah, tapi kok saya juga berdagang.

Saya takut orang lain akan membeli barang saya karena saya tidak punya pilihan lain kecuali membelinya hanya karena saya habib. Seseorang mendorong saya untuk membawa barang, saya meletakkan barang itu di dalam kotak.

Dan teman saya bilang ‘habib syech membawa barang untuk dibeli’. Orang-orang itu bertanya kepada saya ‘apakah Anda membawa barang?’ dia menjawab ‘Aku membawanya.

Barang ada di kamar ‘berapa banyak?’ ‘itu tertulis di sana,’ kataku. Saya agak malu, bukan karena saya tidak mau mengikuti apa yang dilakukan Nabi Muhammad, tapi saya dipermalukan.

Namun Subahanallah saya teringat bahwa Rasulullah pernah melakukannya sejak dulu. Jadi saya menyuruh mereka memasukkan uang itu ke dalam kotak. Dan akhirnya, ketika saya menghitung uangnya, saya mendapatkan lebih dari yang ingin saya jual.

Misalnya saya ingin menjual 100.000, mereka membayar sekitar 200.000, atau bahkan 300.000, dan mungkin juga ada orang yang tidak membayar.

Tapi subahanallah, ketika saya mengumpulkan semuanya, hasilnya luar biasa. Ini adalah salah satu metode perdagangan Nabi. Ketika dia kembali ke Siti Khadijah, dia terkejut ketika mengetahui jumlah uang yang didapatnya.

Maisaroh yang mengikutinya mengatakan bahwa nabi tidak pernah memberikan harga tertentu, melainkan hanya mengatakan kepada pelanggan harga yang sebenarnya, terserah kepada mereka (pelanggan) berapa banyak yang ingin mereka berikan sebagai keuntungan (nabi).

Dan teman-temannya menerapkan cara itu. Sahabatnya memiliki sebuah warung, hanya ada sedikit warung di suatu tempat. . Jika warung sebelahnya sudah tidak ada pembeli sejak pagi, dia pasti akan menyarankan pembeli warung miliknya untuk membeli di warung tersebut.

Karena itu semua pasar menjadi banyak pembeli, hal ini dikarenakan kebaikan satu sama lain. Asuhan siapa itu? Itu karena Rasulullah wa alaihi wasalam. Itu dia. Bagaimana dia merawat kambing, unta. Kalaupun unta mengeluh, itu akan datang kepada Rasulullah.

Di kasidah ada ‘Al bahiriyahskulmahjah’, unta-unta itu mengadu kepada Nabi tentang kelaparan. ‘wa nabi bainaldjaba’ di sekitar sahabatnya dan dia masih dalam posisi duduk, ‘qolaibawasyaifa’.

Oh tuanku, tolong berikan syafaatnya padaku. ‘ku syafiiya Muhammad’ jadilah perantara bagi saya Muhammad.

Jadi jika unta meminta syafaat, bagaimana ia tidak bisa memberikan syafaat kepada bangsanya? Itu adalah salah satu dari banyak cerita tentang Rasulullah. baik. Sangat menarik melihat banyaknya contoh Nabi. Saya berharap kami dapat memilih beberapa hal untuk berlatih menjadi orang yang lebih baik.

Share on Whatsapp

Leave a Reply