Dalam Keadaan Apapun, Selalu Ada Kesempatan Untuk Bersyukur

You are currently viewing Dalam Keadaan Apapun, Selalu Ada Kesempatan Untuk Bersyukur

Selalu Ada Kesempatan Untuk Bersyukur – Menjadi seorang mukmin merupakan nikmat yang tak terhingga dalam hidup ini. Tentunya hal ini patut disyukuri oleh setiap orang yang beriman. Bagi seorang mukmin, apapun yang menimpa dirinya akan selalu menjadi kebaikan asalkan ia pandai dalam menyikapinya.

Apapun yang terjadi, maka itulah yang terbaik bagi seprang muslim. Jika ia mendapat kebahagiaan dan kegembiaraan ia bersyukur. Dan jika ia mendapatkan musibah berupa kesehidan maka ia akan bersabar sehingga semua yang datang pada dirinya adalah yang terbaik untuknya.

Selalu Ada Kesempatan Bersyukur
Dalam keadaan apapun, selalu ada kesempatan untuk bersyukur.

Begitulah istimewanya menjadi seorang muslim, dalam keadaan apapun selalu ada saja kesempatan untuk bersyukur dan meraih pahala kebaikan didalamnya. Baik dalam keadaan suka ataupun duka, terdapat kesempatan untuk meraih banyak pahala kebaikan tergantung bagaimana seseorang menyikapinya.

Dalam hal ini, seorang mukmin harus senantiasa memanjatkan doa terbaiknya agar dihindarkan dari keadaan lampang dan sempit yang mengantarkannya pada dosa.

Namun, terkadang hal tersebut hanya indah ketika menjadi ucapan dan akan menjadi sulit ketika harus dipraktikan. Hal itu dikarenakan ucapan itu bisa menjadi mudah dan ringan saat seseorang tidak mengalami langsung musibah, kesedihan dan kesulitan yang melanda itu. Ketika ia mengalaminya secara langsung, disinilah ia diuji apakah ia bisa mengamalkan yang selama ini dirasa mudah.

Saat ujian datang melanda tentunya hal itu akan terasa berat, namun yang salah disini adalah sikap berlebihan. Sebenarnya ada tips sederhana yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya saat mereka ditimpa musibah.

Rasulullah SAW bersabda : “Jika di antaramu mendapat musibah maka ingatlah musibah yang menimpanya karena kepergianku karena itulah sesungguhnya musibah yang paling berat.”

Dalam sabda nabi diatas disebutkan bahwa tidak ada musibah yang lebih berat bagi para sahabat selain kepergian Rasulullah.

Hal itu dapat kita maknai juga dengan mengingat bahwa sesungguhnya ada musibah yang jauh lebih besar dan berat sehingga akan membuat kita merasa bahwa musibah yang menimpa saat ini sebenarnya belum apa-apa. Tentunya ini akan menjadikan kita bersyukur atas apa yang menimpa kita saat ini.

Misalnya, saat berkendara kita telah berhati-hati semaksimal mungkin. Akan tetapi, diluar dugaan  tiba-tiba kita terjatuh dan mengakibatkan tangan kita patah tulang. Dalam hal ini, kita masih diberi kesempatan untuk bersyukur karena hanya tangan yang patah tulang.

Bisa dibayangkan jika disaat yang sama ada kendaraan lain dari arah belakang yang melaju kencang dan bisa saja melindas tubuh kita yang terbanting ke aspal.  Mungkin yang kita akan mengalami luka yang cukup serius.

Lebih dari itu, ada yang lebih patut kita syukuri daripada patah tulang bagian tangan yakni masih diberikannya kesempatan untuk hidup. Sehingga dengannya kesempatan kita untuk bertaubat dan menyiapkan bekal di hari akhirat masih sangat terbuka.

Sahabat, dalam kehidupan yang kita jalani saat ini, segala hal yang terjadi apapun itu pasti memiliki hikmah. Kita dapat mengambil contoh dari sakit yang membuat kita tidak nyaman, dimana dalam sakit ini terdapat salah satu hikmah yakni dapat menjadi salah satu penyebab diampuninya dosa. Lebih dari itu, sakit juga dapat menjadi kesempatan kita untuk senantiasa berdzikir mengingat nama Allah.

Share on Whatsapp

Leave a Reply