6 Jenis Harta yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya

You are currently viewing 6 Jenis Harta yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya

Zakat mal atau zakat harta merupakan zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki setelah mencapai haul dan nisab. Lalu, apa saja jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya? Simak jawabannya berikut.


Indonesiaberbagi.id – Zakat terdiri dari dua jenis yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang diperintahkan pada bulan Ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri. Adapun, zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang dimiliki oleh seseorang setelah mencapai haul dan nisab.

Kewajiban menunaikan zakat disampaikan oleh Rasulullah melalui hadits yang disampaikannya dari Ibnu Abbas radhiyalluah ‘anhu yang berbunyi:

“Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah. Jika mereka menaati itu, beritahukanlah mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka menaati itu, beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang wajib dari harta mereka diambil dari orang kaya di antara mereka dan disalurkan pada orang miskin di tengah-tengah mereka. “ (HR. Bukhari No. 1395 & HR. Muslim No. 19)

Berdasarkan hadits diatas, kita dapat memahami bahwasannya zakat merupakan ibadah yang wajib dipenuhi oleh setiap muslim setelah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Kemudian, zakat juga diperuntukan untuk orang miskin yang berada di sekitar orang yang menunaikan zakat tersebut, yang mana orang yang berhak menerimanya terdiri dari delapan golongan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Jenis Harta yang Wajib Dizakati Beserta Nisabnya

Jenis Harta yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya

Zakat harta terdiri dari beberapa jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Seorang Muslim hendaknya mengetahui beberapa jenis harta yang harus dizakatinya.

Nah, berikut adalah beberapa jenis harta yang wajib dizakati beserta nisab dan perhitungannya.

1. Emas dan Perak

Emas dan perak merupakan salah satu jenis harta yang wajib dizakati. Kedua jenis harta ini wajib dizakati setelah mencapai haul dan Nisab.

Berkaitan dengan zakat emas sendiri, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatu pun (yaitu dalam emas) sampai engkau memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar.selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul (setahun hijriyah). (HR. Abu Daud, HR. Tirmidzi)

Berdasarkan hadits diatas, zakat emas dapat dilaksanakan setelah ia mencapai nisabnya yakni sebanyak 20 dinar. Jika dikonversikan ke satuan gram 1 dinar sama dengan 4,25 gram, sehingga nisab zakat emas dalam satuan gram adalah 20 x 4,25 gram yaitu 25 gram emas murni (24 karat).

Dari nisab zakat tersebut, kadar zakat yang wajib dikeluarkan ialah sejumlah 2,5% dari jumlah harta yang dimilikinya.

Kemudian, pada zakat harta jenis perak nisabnya adalah 200 dirham atau 595 gram perak murni. Jika telah mencapai nisabnya, orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya sebanyak 2,5% dari jumlah perak yang dimiliki.

2. Penghasilan atau Pendapatan

Penghasilan atau pendapatan merupakan salah satu bagian dari wajib zakat yang harus ditunaikan. Nisabnya ialah setara dengan 85 gram emas murni per tahun. Kemudian, kadar zakat yang wajib dikeluarkannya ialah 2,5% dari jumlah penghasilannya yang dijumlahkan selama satu tahun.

3. Hewan Ternak

Hewan ternak merupakan jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, hewan ternak yang dimaksud adalah unta, sapi, dan kambing. Nisab pada hewan ternak antara lain 5 ekor untuk unta, 30 ekor untuk sapi, dan 40 ekor untuk kambing.

Adapun, syarat yang harus dipenuhi untuk menunaikan zakat ternak antara lain:

– Ternak yang dimiliki ingin dikembang biakkan, diambil suus dan diambil minyaknya. Jenis hewan yang dipekerjakan untuk membajak, memikul barang bawaan atau pekerjaan sejenisna tidak dikenakan wajib zakat.

– Ternak yang dimiliki adalah yang digembalakan di padang rumput yang mubah selama satu tahun. Padang rumput yang mubah ini maksudnya adalah pada rumput yang tumbuh dengan alami atas kehendak Allah bukan dari hasil usaha manusia.

4. Hasil Pertanian

Hasil pertanian merupakan jenis harta yang wajib dizakati. Zakat hasil pertanian sendiri dilaksanakan setiap kali masa panen. Hasil dari pertanian yang dapat dikeluarkan zakatnya ialah tanaman yang menjadi kebutuhan pokok manusia dan bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama atau tidak mudah rusak.

Nisab dari zakat hasil pertanian ialah sejumlah lima washaq sesuai dengan sabda nabi berikut ini. “Tidak ada zakat bagi tanaman di bawah lima wasaq.” (HR. Bukhari No. 1405 & HR. Muslim No. 979)

Wasaq berasal dari kata ausaq yang artinya mengumpulkan dan secara makna berarti jumlah dari hasil pertanian yang berhasil dikumpulkan oleh seornag petani. Nilai satu washaq sama dengan 60 sho’. Adapun, mengenai nilai satu sho’ terdiri dari dua pendapat yang kuat yakni 2,4 kg dan 3 kg.

Jika dikonversikan, 5 washaq terdiri dari 5 washaq x 60 sho’ x 2,4 kg = 720 kg (untuk pendapat yang mengatakan nilai satu sho’ adalah 2,4 kg) dan 5 washaq x 60 sho’ x 3 kg = 900 kg (untuk pendapat yang mengatakan satu sho’ sama dengan 3 kg).

Adapun, kadar zakat yang wajib dikeluarkan dari hasil pertanian dikategorikan menjadi dua berdasarkan sumber pengairan yang digunakan antara lain.

– Jika diari oleh hujan atau sungai, maka besaran kadar zakat hasil pertanian adalah 10% dari jumlah hasil pertanian.

– Jika diari oleh pengarian khusus/buatan, maka besaran kadar zakat hasil pertaniannya adalah 5% dari jumlah hasil pertanian.

5. Harta Perdagangan atau Perniagaan

Harta perdagangan menjadi jenis harta yang wajib dizakati berdasarkan syarat berikut ini.

– Barang yang dimiliki memang untuk dicari keuntungan.

– Barang dagangan tersebut memang diniatkan untuk diperjual belikan.

Nisab dari harta perdagangan ialah sama dengan nisab zakat emas yakni 85 gram. Adapun kadar zakat yang wajib dikeluarkan ialah sejumlah 2,5%.

6. Barang Temuan/Rikaz

Barang temuan atau rikaz yang ditemukan terpendam di dalam tanah atau yang biasa disebut dengan harta karun. Zakat barang temuan atau rikaz tidak memiliki batasn nisab dan haul. Kadar zakat yang wajib dikeluarkannya ialah 20% dari jumlah barang temuan tersebut. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang tambang (ma’din) adalah harta yang tida ada ganti rugi jika ada yang meninggal dunia karena menggalinya dan harta karun (rikaz) ada kewajiban sebar 1/5 (20%).” (HR. Bukhari No. 1499).

Tunaikan zakatmu secara online dim platform Indonesia Berbagi dengan mengakses tombol di bawah ini.

Share on Whatsapp

Leave a Reply